Berita

ilustrasi/net

Politik

Wajar PDIP Minta Tambahan Menteri

RABU, 24 JUNI 2015 | 20:32 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Permintaan PDIP agar Presiden Joko Widodo menambah 5 kursi menteri dalam kabinet kerja dinilai sebagai hal yang wajar. Terlebih, keberhasilan program Trisakti dan Nawa Cita adalah tanggungjawab presiden dan PDIP sebagai partai pengusung utama.

"Jadi sebaiknya Presiden Jokowi mengakomodir permintaan PDIP tersebut," ujar Ketua Umum Aliansi Nasionalis Indonesia (Anindo), Edwin Henawan Soekowati kepada wartawan di Jakarta, Rabu (24/6/2015).

Menurut dia, pada saat ini kenyataannya visi misi Trisakti dan program Nawa Cita akan berat dilaksanakan akibat menteri-menteri Jokowi tidak menunjukkan performa yang baik.


"Jangankan mewujudkan program-program tersebut. Mempertahankan harga kebutuhan pokok bagi masyarakat dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat saja sudah sulit," tegas Edwin yang mantan anggota DPR/MPR RI dari Fraksi PDI periode 1987-1992.

Tantangannya semakin berat, katanya, karena kinerja para menteri dari non parpol sebagian besar buruk. Menteri non parpol yang menunjukkan dan memahami visi misi Trisakti dan program Nawa Cita hanya beberapa orang saja.

Untuk itu, Edwin yang menjadi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) periode 1999 berharap, PDIP mempersiapkan kader-kader atau profesional yang akan direkrut dan diajukan guna mengisi kabinet di pemerintahan Jokowi-JK.

"Saya juga mengingatkan Presiden Jokowi untuk waspada jika ada nama untuk dicalonkan sebagai menteri diluar KIH. Jika memang ada, Jokowi harus benar-benar memba’iat mereka agar tidak menjadi duri dalam daging. Bahkan berkhianat di tengah jalan. Jokowi harus waspada dan harus mengutamakan kepentingan rakyat, tukasnya.[dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya