Berita

Menteri Saleh: Limbah Gondorukem Suplai Bahan Baku Batik

RABU, 24 JUNI 2015 | 13:41 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Industri batik terus tumbuh seiring batik menjadi identitas nasional dan diekspor ke pasar global. Sayangnya, pelaku batik mengeluhkan kurangnya bahan baku penguat warna yaitu gondorukem.

Menteri Perindustrian Saleh Husin mengungkapkan, industri kecil menengah (IKM) batik mulai kesulitan mendapatkan getah pohon pinus ini. Pasalnya, banyak yang diekspor, gara-gara banyaknya negara yang memproduksi batik.

"Untuk mencukupinya, kita memfasilitasi mesin untuk memanfaatkan limbah proses pengolahan gondorukem. Kita bisa proses kembali menjadi gondorukem yang bisa digunakan untuk keperluan industri batik," kata Menperin Saleh Husin dalam sambutannya dalam acara Pameran Gelar Batik Nusantara 2015 dengan tema "Batik, Pemersatu Bangsa" di JCC, Jakarta (Rabu, 24/6).


Pameran yang berlangsung sampai Minggu (28/6) ini dibuka secara resmi Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Juga hadir Ibu Mufida Jusuf Kalla, Wakil Ketua Yayasan Batik Indonesia Sri Murniati Widodo AS dan Pembina Yayasan Batik Indonesia, Ani Bambang Yudhoyono dan Ketua Penyelenggara GBN Ratna Djoko Suyanto.

Penyelenggaraan GBN secara regular setiap 2 tahun sekali sejak tahun 1996 diprakarsai oleh Yayasan Batik Indonesia (YBI) yang bekerjasama dengan Kementerian Perindustrian.

Melanjutkan keterangannya, Menperin menjelaskan saat ini produksi gondorukem nasional hanya 80 ribu ton per tahun dan dipasok dari PT. Inhutani I dan III di Sumatera dan Sulawesi. Sedangkan kebutuhan dalam negeri 70 ribu ton per tahun, namun ada kekurangan sekitar 20.000 ton per tahun karena sebagian produksi gondorukem banyak diekspor.

"Hingga kini, tercatat IKM batik sebanyak 39.641 unit usaha dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 916.783 orang," papar Saleh Husin. Sementara, nilai produksi batik sebesar USD 39,4 Juta serta total ekspor sebesar USD 4,1 Juta.

Selain menyalurkan bantuan berupa bantuan alat untuk menunjang produksi batik, Kemenperin memfasilitasi promosi dan pemasaran dengan mengikutsertakan IKM Batik pada pameran berskala nasional maupun internasional.

Indonesia sendiri telah mendapatkan pengakuan dunia melalui UNESCO-PBB yang mengukuhkan batik sebagai Intangible Cultural Heritage of Humanity peninggalan budaya dunia dari Indonesia pada tanggal 29 September 2009 di Abu Dhabi.

Pengukuhan ini membawa konsekuensi bahwa pihak pemerintah Indonesia maupun organisasi kemasyarakatan terkait harus terus menerus secara nyata melestarikan dan mengembangkan warisan budaya tak benda batik. [zul]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

UPDATE

Tumbuhkan Mimpi Puluhan Anak Nelayan Cilincing Lewat Nobar Film

Senin, 14 September 2026 | 03:18

Sejumlah Alutsista TNI Gercep Sisir Korban KM Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 02:55

Kesehatan di Tepi Republik

Senin, 14 September 2026 | 02:29

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Bukti Kepercayaan Dunia Usaha Terus Menguat

Senin, 14 September 2026 | 01:54

Terpilih jadi Ketum HPK Kosgoro 1957, Eric Hermawan Langsung Tancap Gas Konsolidasi

Senin, 14 September 2026 | 01:24

Abu Vulkanik Berbahaya bagi Air dan Ikan, Begini Penjelasannya

Senin, 14 September 2026 | 00:55

KDM Dinilai Lebih Utamakan Pencitraan Ketimbang Solusi Defisit APBD Jabar

Senin, 14 September 2026 | 00:33

Menuju HUT ke-81, Panglima TNI Buka Rangkaian 72 Lomba Open Turnamen

Senin, 14 September 2026 | 00:11

SOKSI Siap Tempuh Jalur Hukum Gugat 'Bocor Alus Tempo'

Minggu, 13 September 2026 | 23:48

Asta Cita, Zakat, dan Jalan Baru Mengentaskan Kemiskinan

Minggu, 13 September 2026 | 23:24

Selengkapnya