Berita

Temuan BPK Buktikan Integritas dan Kredibilitas KPU Lemah

SELASA, 23 JUNI 2015 | 02:13 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Komisi II DPR mengingatkan Komisi Pemilihan Umum jangan sampai temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) soal adanya indikasi kerugian keuangan negara sebesar Rp 334 miliar atas pelaksanaan anggaran Pemilu tahun 2013 dan 2014 mengganggu pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak tahun 2015 ini.

Karena itu, anggota Dewan meminta penjelasan dari KPU soal tindak lanjut dari temuan BPK tersebut.

"Kita ingin tahu, sudah sejauh mana tindak lanjut yang dilakukan KPU terhadap audit BPK, dan sekaligus menyampaikan jumlah temuannya. Prinsipnya hal ini harus diselesaikan agar tidak berdampak terhadap tahapan pilkada serentak 2015 yang sedang berjalan," tegas Wakil Ketua Komisi II, Wahidin Halim dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan KPU di gedung DPR, Jakarta, Senin (22/6).


Politikus Demokrat yang akrab disapa WH ini menyoroti temuan LHP BPK terhadap KPU RI, KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/ Kota tidak hanya dilihat dari perspektif kerugian negara dengan angka yang mencapai ratusan miliar tersebut, tapi juga dari perspektif integritas institusi KPU dan kredibilitas kinerjanya.

"Adanya temuan ini juga mengkonfirmasi integritas dan kredibilitas kinerja KPU yang lemah, jangan sampai masyarakat kehilangan trust kepada KPU dan KPUD, padahal harus mengawal hajat demokrasi yang dimulai tahun ini," tegasnya.

"KPU jangan malu-malu untuk melakukan rekonsiliasi kepada BPK, apalagi ini menyangkut uang rakyat," tandas mantan Walikota Tangerang yang mendapat WTP 7 kali berturut turut dari BPK RI ini.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Ketua KPU Husni Kamil Manik mengatakan pilkada akan jalan terus. Sebab, berbagai persiapan telah dilakukan untuk menyambut pesta demokrasi itu.

"Persiapan KPU sesuai jadwal ditetapkan dalam PKPU. Semua tahapan diawali pencalonan 17 April lalu, dan sudah ada yang merespons di seluruh Indonesia, ada 156 mendaftar. Intinya sekarang kita sedang berproses," ujar Husni.

Menurut Husni, sejak 2009 sampai 2014, banyak yang pesimis pemilu berjalan. Karena itu dengan pengalaman yang ada, tidak ada alasan untuk tidak menyukseskan penyelenggaraan Pilkada 2015.

Soal temuan BPK tersebut, Husni Kamil Manik sebelumnya juga sudah menjelaskan, bahwa KPU telah menerima dan menindaklanjuti temuan BPK terhadap Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT) atas Pelaksanaan Anggaran Pemilu pada KPU tahun 2013-2014 yang merugikan negara sebesar Rp 334 miliar. (Baca: Inilah Klarifikasi Ketua KPU Soal Temuan BPK) [zul]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

UPDATE

Tumbuhkan Mimpi Puluhan Anak Nelayan Cilincing Lewat Nobar Film

Senin, 14 September 2026 | 03:18

Sejumlah Alutsista TNI Gercep Sisir Korban KM Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 02:55

Kesehatan di Tepi Republik

Senin, 14 September 2026 | 02:29

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Bukti Kepercayaan Dunia Usaha Terus Menguat

Senin, 14 September 2026 | 01:54

Terpilih jadi Ketum HPK Kosgoro 1957, Eric Hermawan Langsung Tancap Gas Konsolidasi

Senin, 14 September 2026 | 01:24

Abu Vulkanik Berbahaya bagi Air dan Ikan, Begini Penjelasannya

Senin, 14 September 2026 | 00:55

KDM Dinilai Lebih Utamakan Pencitraan Ketimbang Solusi Defisit APBD Jabar

Senin, 14 September 2026 | 00:33

Menuju HUT ke-81, Panglima TNI Buka Rangkaian 72 Lomba Open Turnamen

Senin, 14 September 2026 | 00:11

SOKSI Siap Tempuh Jalur Hukum Gugat 'Bocor Alus Tempo'

Minggu, 13 September 2026 | 23:48

Asta Cita, Zakat, dan Jalan Baru Mengentaskan Kemiskinan

Minggu, 13 September 2026 | 23:24

Selengkapnya