Berita

net

Jokowi, Jabatan Wakil Panglima Bisa Mengganggu Komando di TNI!

SENIN, 22 JUNI 2015 | 22:50 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Rencana Presiden Joko Widodo memunculkan jabatan Wakil Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) menuai penolakan.

Walapun presiden sebagai Panglima Tertinggi sekaligus pemegang kekuasaan mutlak atas angkatan Darat, angkatan Laut dan angkatan Udara berhak melakukan itu, namun keberadaan jabatan wakil panglima TNI dapat menimbulkan masalah di lapangan.

"Tentara itu satu komando, kalau ada wakil panglima nanti bisa membingungkan garis komando di lapangan," ujar Jurubicara aktivis 98, Ricky Tamba kepada Kantor Berita Politik RMOL, sesaat lalu (Senin, 22/6).


Selain itu menurut dia, posisi Wakil Panglima TNI tidak diperlukan karena sudah ada kepala staf dari tiga angkatan yang membantu menjabarkan kerja-kerja panglima.

"Sudah ada Kasal, Kasau dan Kasad, cukup mengoptimalkan kerja-kerja mereka," imbuhnya.

Meski demikian ia berharap rencana memunculkan jabatan Wakil Panglima TNI yang digulirkan Jokowi tidak dipolitisir dan dijadikan komoditas politik untuk mengobok-obok TNI.

"Jangan obok-obok TNI. TNI satu-satunya alat pertahanan negara yang kita percaya. Tugasnya sangat berat, menahan gempuran neolib sebagai bentuk penjajahan baru. TNI harus didorong agar semakin solid, utuh profesional dan kuat. Jati diri TNI seperti yang dulu disampaikan Jenderal Sudirman 'TNI harus manunggal dengan rakyat', perlu diwujudkan," tukasnya.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya