Berita

Pengamat Asing: Kebijakan Kabinet Kerja Saling Bertolak Belakang

SENIN, 22 JUNI 2015 | 16:29 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sebab lain pelambatan ekonomi Indonesia adalah kebijakan Kabinet Kerja yang saling bertolak belakang satu sama lain. Misalnya, Badan Kordinasi Penanaman Modal (PKBM) berusaha untuk menarik minat investor asing ke dalam negeri. Sementara Kementerian Tenaga Kerja malah membuat kebijakan yang mempersulit orang asing mendapatkan izin kerja.

Demikian disampaikan analis Australian Strategic Policy Institute, John McBeth, dalam kolomnya yang terbit hari ini.

Dia juga menyoroti kebijakan Joko Widodo menghapuskan subsidi harga BBM akhir tahun lalu. Kebijakan itu kini memunculkan persoalan baru mengingat pemerintah kesulitan menghadapi fluktuasi harga minyak global, dan di sisi lain juga gagal mengajak publik memahami bagaimana sistem pasar bekerja.


Pendapatan dari kebijakan harga BBM ini dipompakan ke kebijakan infrastruktur tahun ini sebesar 32,2 miliar dolar AS. Namun di sisi lain, pengeluaran berupa belanja pada kuartal pertama tahun ini sangat kecil.

McBeth yang sudah lebih dari 40 tahun mengamati perkembangan ekonomi negara-negara di kawasan Asia Tenggara mengatakan investor asing cenderung meninggalkan Indonesia. Dia mencontohkan, salah satu perusahaan telekomunikasi besar Indonesia baru-baru ini mengunjungi Singapura, Hong Kong dan London. Dalam tur itu mereka menemukan kenyataan pahit, dimana komitmen bisnis yang mereka kira dua minggu sebelumnya sudah beres ternyata musnah hanya dalam waktu satu malam.

Kebijakan Jokowi yang terlalu fokus pada pembangunan infrastruktur pun dinilai sebagai sebuah kekeliruan. Karena kebijakan itu, Indonesia membutuhkan uang dalam jumlah yang tidak sedikit. [dem]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

UPDATE

Kejagung Pede Hadapi Febrie di Sidang Praperadilan

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:27

Gebrakan PAM Jaya Tekan Kebocoran Air Diapresiasi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:19

FEB UNJ Dukung Pariwisata Berkelanjutan di Bali Lewat Pengabdian Masyarakat

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:01

Danantara Investasi Rp44 Triliun di JBS Group

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:01

Anggota PWI Jakbar Laporkan Oknum Polisi ke Propam Polda Metro, Ini Sebabnya

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:47

Bawaslu Campus Connect Jadi Solusi Tantangan Digital di Pemilu

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:28

Publik Curiga UGM Melindungi Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:17

Febrie Adriansyah Siap Buka-bukaan di Sidang Praperadilan

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:02

Gedung Bapenda DKI Kebakaran

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 00:32

Pemerintah Diultimatum 15 Hari Terbitkan PP Cukai MBDK

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 00:13

Selengkapnya