Berita

Ternyata Indonesia Sering Dilecehkan Australia dalam Kasus Pengungsi Rohingya

SENIN, 22 JUNI 2015 | 16:06 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Indonesia adalah negara kepulauan yang besar.  Karena wilayah kepulauan,  wilayah laut Indonesia menjadi bagian yang merupakan kekayaan bangsa sekaligus sangat rentan penyalahgunaan wilayah atau penyusupan oleh negara asing.

Jika ditarik garis sejarah kebelakang terutama saat masa perjuangan, Indonesia dikenal dengan kekuatan lautnya yang sangat kuat.  Bahkan Irian Barat direbut kembali masuk kepangkuan NkRI dengan kekuatan laut.

Tapi, seiring perjalanan sejarah, kekuatan laut Indonesia banyak dianggap ringan oleh negara asing terutama negara tetangga ditambah dengan kekuatan diplomasi internasional yang juga kurang, maka terjadilah kasus Sipadan dan Ligitan yang mengoyak-ngoyak wilayah NKRI.


Menurut Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR RI TB. Hasanuddin, kekuatan laut yang kuat bagi sebuah negara seperti Indonesia adalah hal yang mutlak ada.  Nenek moyang bangsa sejak jaman kerajaan seperti kerajaan Sriwijaya dan Majapahit sangat memperhatikan soal kekuatan laut.  Karena itulah wilayah kekuasaan Sriwijaya dan Majapahit sangat luas.

"Kekuatan laut dalam konteks Indonesia kini makin dibutuhkan dan harus makin diperkuat mengingat visi dan misi negara kita sebagai negara kepulauan yang concern ke laut," ujarnya, dalam diskusi interaktif 'Dialog Empat Pilar MPR RI' dengan media massa nasional, dengan tema sentral ' Menjaga Kedaulatan Laut NKRI dari Visi Pertahanan dan Budaya', di Ruang Presentasi Perpustakaan MPR RI, Jakarta, Senin ( 22/6 ).

Menyinggung soal kasus sipadan dan ligitan, Tb. Hasanuddin menegaskan bahwa selain kekuatan diplomasi luar negeri diperkuat, kekuatan militer laut juga harus diperkuat.  Show of force kekuatan lauat Indonesia bisa berfungsi sebagai elemen penguat diplomasi internasional terutama menyangkut wilayah perbatasan.

"Selama ini kita lemah di kekuatan laut. Sebagus apapun diplomasi di atad meja, akan disepelekan jika kekuatan laut kita tidak kuat, sejarah membuktikan itu," katanya.

Hal tersebut diamini pakar hukum internasional Hikmahanto Juwana.  Indonesia, menurutnya sering dilecehkan negara asing bahka dilecehkan negara tetangga seperti Australia pada kasus pengungsi Rohingya.

"Coba bayangkan kabar yang beredar, kapten-kapten kapal pengungsi disuap Australia untuk mengarahkan kapal pengungsi ke wilayah Indonesia. Bahkan, Australia pernah memasukkan para pengungsi ke kapal-kapal sekoci oranye lalu dilarungkan langsung ke laut Indonesia.  Inilah fakta betapa lemahnya pengawasan laut kita sehingga dimanfaatkan negara asing," pungkasnya.

Melihat fakta-fakta tersebut sangat diperlukan memang kekuatan laut kita dikuatkan disamping kekuatan kebijakan luar negeri Indonesia. Hal tersebut sangat terkait dengan kedaulatan bangsa dimata regional dan global.[dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya