Berita

Rambe Kamarul Zaman/net

Komisi II Minta Penjelasan KPU soal Hasil Audit BPK

SENIN, 22 JUNI 2015 | 11:00 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Hari ini (Senin, 22/6), Komisi II DPR menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Agenda utama rapat ini adalah mendengarkan penjelasan KPU soal hasil audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Pertama kita melakukan rapat ingin menyampaikan sejauh mana tindak lanjut KPU terhadap audit dari BPK, sekaligus kita sampaikan jumlahnya," ujar Ketua Komisi II, Rambe Kamarul Zaman saat ditemui di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta (Senin, 22/6).

Dalam RDP ini, lanjut Rambe, KPU perlu menjelaskan alasan temuan BPK yang menyebut bahwa KPU diduga merugikan negara hingga Rp 334 miliar.


"Yang dilakukan audit baru 34 persen dari seluruh KPU pusat, provinsi, kab/kota. Dari ini saja sudah temui masalah yaitu Rp 334 miliar, bagaimana jika diaudit semua? Beberapa hari sudah ada penjelasan dari KPU katanya sudah 80 ersen diselesaikan, ada juga yang menyebut 75 persen. Ada beda pendapat, makanya mau kita klarifikasi," lanjutnya.

Namun begitu, Politisi Partai Golkar itu menegaskan bahwa RDP dengan KPU ini tidak akan mengganggu agenda KPU untuk mensukseskan Pilkada Serentak Desember nanti.

Anggota dewan, lanjutnya, hanya melakukan prosedur biasa fungsi pengawasan DPR bahwa hasil audit BPK harus dilaporkan kepada DPR dan DPD, yang selanjutnya bisa ditindaklanjuti oleh lembaga penegakan hukum.

"Oleh karena itu kita nanti kesimpulannya tunggu saja, jelas harus ditindaklanjuti, bagaimana tahapannya. Kita juga sepakat pilkada serentak jalan terus. Komisi II sudah melakukan rapat, mengenai audit KPU akan kita tindak lanjuti," ucap Rambe. [rus]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya