Berita

dylann/net

Dunia

Foto-foto "Tak Biasa" Jadi Petunjuk Motif Rasisme Pembantaian di Gereja Emanuel Afrika

MINGGU, 21 JUNI 2015 | 11:15 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sejumlah foto pelaku penembakan di gereja Afrika-Amerika yang bersejarah di South Carolina pekan lalu, Dylann Roof beredar secara online.

Dalam sebuah situs seperti dimuat BBC (Minggu 21/6), foto-foto "tak biasa" Dylann dimuat.

Di sebuah foto tampak Dylann difoto saat berdiri dan membakar bendera Amerika Serikat. Dalam foto lainnya, tampak Dylann berjongkok sambil membawa pistol dan bendera konfederasi.


Perlu diketahui, bendera konfederasi merupakan simbol yang digunakan di Amerika Serikat bagian selatan selama perang sipil saat negara-negara di selatan mencoba untuk melepaskan diri demi menghindari penghapusan perbudakan. Hal itu dipandang sebagai simbol supremasi kulit putih yang terjadi di negara pada saat itu.

Sementara itu dalam foto lainnya, Dylann tampak berfotos aat mengunjungi perkebunan yang pernah mempekerjakan budak-budak kulit hitam.

Belum diketahui dengan pasti siapa yang memposting foto-foto Dylann tersebut serta tujuan foto-foto tersebut. Namun bila disimpulkan sekilas, foto-foto tersebut menunjukkan rasisme yang bisa jadi berada di balik aksi nekad Dylann.

Catatan internet menyebut bahkan domain situs terdaftar pada Februari lalu. Sedangkan data dari gambar menunjukkan bahwa foto-foto tersebut diambil pada bulan April dan Mei tahun ini. Biro Investigasi Federal (FBI) pun kabarnya tengah menelusuri situs tersebut.

Dylann dikethui ditangkap pada Kamis pekan lalu karena didakwa atas kasus pembunuhan sembilan orang di Gereja Emanuel Afrika Methodist di pusat kota Charles.

Polisi menyebut, pada saat kejadian, Dylann sempat duduk selama satu jam bersama dengan jemaat lainnya di dalam gereja sebelum melepaskan tembakan. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya