Berita

Bisnis

Tol Laut Bisa Jadi Alternatif Pemudik

SABTU, 20 JUNI 2015 | 14:47 WIB | LAPORAN:

Pemerintah mesti mempercepat realisasi tol laut. Pasalnya, moda transportasi laut merupakan jalur alternatif pemudik yang hendak pulang ke kampung untuk berlebaran.

"Jujur, tansportasi kita sebenarnya laut. Tapi belum kita maksimalkan semaksimal mungkin. Itu harus dilakukan mulai sekarang pemerintah juga harus melakukan dari sekarang. Contoh di pulau Jawa, masih mau ditambahkan tol lagi, kan sudah ngak layak," ujar anggota Komisi V DPR RI, Antonius Sihombing saat dihubungi, Sabtu (20/6)

Tidak hanya menjadi sarana alternatif bagi pemudik, menurut Anton, transportasi laut bisa menjadi salah satu pendapatan negara di luar eksplorasi sumber daya alam. Hal ini papar Anton, dikarenakan Indonesia yang memiliki pulau terbanyak, di samping itu juga jalur moda transportasi laut di Indonesia sangat aman dari taifun.


"Jadi sebenarnya ini menjadi catatan Indonesia pulau terbanyak di dunia dan sebenarnya daerah yang paling aman untuk sarana angkutan laut, karena nggak ada taifun di Indonesia. Taufun di dunia ini kan baru 63 persen antara Filipina ke Jepang. Jadi jalur laut kita termasuk nyaman," ujar Anton

Mengacu rilis Kementerian Perhubungan, dibandingkan tahun 2014 kemarin, jumlah pemudik tahun ini yang menggunakan jalur laut mengalami kenaikan. Angkutan penyebrangan misalnya, naik dari 3.407.225 menjadi 3.623.824 penumpang, atau naik 6,36 persen. Pada angkutan laut naik 3,33 persen dari 854.097 menjadi 882.516 penumpang.

Sementara untuk kenaikan jumlah penumpang yang signifikan dari tahun 2013 terjadi pada moda transportasi darat yakni kereta api.[wid]


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya