Berita

Ini Alasan Ahok Tolak Taksi Uber

SABTU, 20 JUNI 2015 | 04:50 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

RMOL. Sejumlah orang yang mengaku perwakilan dari Taksi Uber menemui Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk mempertanyakan alasan taksi Uber dilarang beroperasi.

"Mereka komplain sama saya kenapa Uber tidak boleh. Saya bilang karena Uber tidak buat PT di Indonesia. Anda ngambil 20 persen. Anda kan sosial nebeng orang, kalau begitu namanya nebengers.com. Nebengers nerima duit boleh, tapi kalau sudah nerima duit, anda bukan nebengers," ungkap Ahok di Balai Kota Jakarta, Jumat (19/6).

Ahok mengatakan bahwa tidak ada perwakilan kantor Uber Taksi di Jakarta. Bila memang ada kantor perwakilan maka harusnya bayar pajak.


"Kantor perwakilan mana ada. Kalau punya kantor ya anda harus bayar pajak dong. Kalau bayar pajak, masa terima perusahaan dari asing sih? Anda kan bukan PMA (Penyertaan Modal Asing). Anda harus buat PT di Indonesia atau cari partner. Itu saya bilang sama dia," katanya.

Dikatakan Ahok, dirinya mau bertemu pengelola Uber bila sudah ada perusahaannya. Selama belum ada kantor perwakilannya Ahok enggan menemuinya.

"Kalau anda mau sowan dari awal saya mau. Kalau mau ketemu saya, bikin PT dong. Kalau Ubernya nitip, saya tidak mau ketemu karena kamu masih nyolong duit di rumah saya," katanya seperti dikutip RMOLJakarta. [ian]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya