Berita

Politik

Pesan Spiritual, Jokowi Bukan Lagi Wayang, Kini Sudah Jadi Dalang

JUMAT, 19 JUNI 2015 | 01:43 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ada pertanda lain yang terbaca dari tindakan Presiden Joko Widodo mengenakan seragam militer ketika bertemu pengurus Muhammadiyah di Istana Negara pada Selasa (16/6) lalu.

Jika anggota Tim Komunikasi Kepresidenan, Teten Masduki mengatakan Jokowi terpaksa untuk efisiensi waktu, menurut penerawangan Ki Wibowo ada hal lain yang ingin disampaikan Jokowi dalam pertemuan itu.

Catatan Ki Wibowo yang dikenal sebagai pengamat spriritual, selain mengenakan seragam militer, Jokowi tidak mencopot baret hijaunya dalam pertemuan. Selain itu, Jokowi duduk di kursi dengan latar belakang Gunungan dilengkapi dua gading di sisi kiri kanannya.


"Dalam pewayangan Gunungan biasanya dipakai sebagai tanda akan bergantinya lakon atau tahapan cerita. Untuk itu Gunungan ditancapkan di tengah-tengah condong ke kiri," jelas Ki Bowo kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (19/6).

Selain itu, jelas Ki Bowo, Gunungan digunakan juga untuk melambangkan api atau angin. Gunungan biasanya juga dipergunakan untuk melambangkan hutan rimba, dan dimainkan pada waktu adegan rampogan, tentara yang siap siaga dengan bermacam senjata.

"Setelah lakon selesai, Gunungan ditancapkan lagi di tengah-tengah layar, melambangkan bahwa cerita sudah tamat," ujar Ki Bowo.

Dalam hal ini, menurut Ki Bowo, Presiden Jokowi ingin mengatakan bahwa sekarang dirinyalah yang memegang kendali dalam lakon pemerintahan.

Menurut dia, Jokowi akan membuktikannya dengan mereshuffle kabinet dalam waktu segera sesuai keinginannya. Padahal selama ini Jokowi dikesankan sebagai orang yang tidak mengerti apa-apa dan hanya sebagai wayang yang dikendalikan oleh sang Dalang.

"Jokowi sangat percaya akan hal-hal spiritual. Untuk itu dia pasti mendengar dan melaksanakan masukan dari para penasehat spiritualnya," ujar Ki Bowo.

Bila dilihat secara mata batin, jelas Ki Bowo, maka di sekitar Gunungan dan dua gading yang diletakkan tepat di belakang Jokowi tersebut terdapat api di kiri kanannya, seperti membentuk pintu gerbang. Dan dari Gunungan tersebut terlihat ada sosok mahluk berbentuk kera yang terbuat dari emas dan bergerak.

"Jadi peletakan Gunungan dan Gading tersebut bukanlah sebagai penghias belaka, namun ada kepentingan tertentu yang ingin diwujudkan," ujar Ki Bowo.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Produk Impor Masuk Indonesia Wajib Sehat dan Halal

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:14

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Jemaah Haji Aceh Bisa Akses Ruang VIP Bandara

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:28

Ashari Menghilang, Belum Ditangkap Polisi

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:16

Ambulans Angkut Jenazah Hantam Truk, Dua Orang Tewas

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:00

BPJPH dan Barantin Perkuat Pengawasan Pakan Impor Berunsur Porcine

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:33

Purbaya Siapkan Insentif Mobil dan Motor Listrik

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:24

Rumah di Grogol Petamburan Dilalap Api

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:01

Penyelundupan 2,1 Kg Ganja dari Papua Nugini Digagalkan

Senin, 04 Mei 2026 | 23:35

Tiga Jam Operasional KRL Rangkasbitung Lumpuh

Senin, 04 Mei 2026 | 23:20

Selengkapnya