Berita

ilustrasi/net

Dunia

Peneliti Inggris: Jual Beli ASI Online Rentan Bahaya Kesehatan

KAMIS, 18 JUNI 2015 | 12:47 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Tim peneliti dari Queen Mary University Inggris menemukan bahwa Air Susu Ibu (ASI) yang diperjualbelikan secara online mengandung bahaya kesehatan yang signifikan.

Jual beli ASI diketahui terjadi di sejumlah negara. Biasanya ASI di jual melalui online lewat situs spesialis dan kelompok media sosial.

ASI biasanya diperjualbelikan untuk membantu perempuan yang kesulitan dalam memproduksi ASI bagi anaknya. Belakangan, tak jarang ASI juga dibeli oleh binaragawan atau pasien kanker karena diklaim bisa membantu membentuk otot dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.


Namun demikian, peneliti Inggris membantah klaim tersebut. Tim peneliti menemukan bahwa susu yang tidak mengalami proses pemanasan makanan atau pasteurisasi berpotensi membawa kuman berbahaya.

Seorang peneliti dari Barts and London School of Medicine and Dentistry yakni Dr Sarah Steele mengatakan kepada BBC (Kamis, 18/6) bahwa 93 persen dari ASI yang dijual secara online terdeteksi mengandung bakteri dan kuman.

Pasalnya, ASI yang dijual tidak melalui proses pasteurisasi untuk membunuh organisme merugikan. Selain itu peralatan yang digunakan pun tidak steril untuk menjaga dan menyimpan ASI.

Bukan hanya itu, ASI yang diperjualbelikan itu juga tidak memiliki standar keamanan yang ketat selayaknya produk makanan pada umumnya. Sehingga ASI yang dijual pun rentan mengandung bakteri dan kuman, termasuk hepatitis B dan C, serta sifilis.

Lebih lanjut Dr Steele juga menekankan kekhawatiran akan penjualan ASI kepada pasien kanker. Karena ada klaim yang menyebut, konsumsi ASI untuk pasien kanker bisa membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

"ASI diiklankan dengan manfaat kekebalan tubuh, tapi sebenarnya ASI itu menimbulkan risiko nyata," sebutnya. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya