Berita

ilustrasi imigran gelap/net

Dunia

Italia Ancam Terapkan "Rencana B" Bila Eropa Tak Mau Berbagi Beban Migran

SELASA, 16 JUNI 2015 | 15:55 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Italia siap melaksanakan "Rencana B" bila Uni Eropa tidak cepat tanggap dalam menanggapi krisis migran yang membanjiri negara tersebut dan Yunani.

Hal itu disampaikan dalam pertemuan Menteri-menteri Dalam Negeri negara-negara Uni Eropa di Luxembourg pada hari ini (Selasa, 16/6). Pertemuan tersebut digelar untuk mencari solusi atas penanganan krisis migran di Mediterania, dengan Italia mengancam respon yang kuat jika tidak ada kesepakatan tercapai.

Isu kunci dari pertemuan itu adalah rencana untuk mendistribusikan pencari suaka lebih merata di 28 negara Uni Eropa.


Dalam kesempatan terpisah, Perdana Menteri Italia Matteo Renzi mengatakan, bila pertemuan tersebut tidak membuahkan kesepakatan berarti, Italia siap mengadopsi rencana B yang akan memberikan dampak buruk bagi Eropa.

Rencana B yang dimaksudkan adalah, Italia akan mulai mengeluarkan visa sementara bagi para migran agar mereka bisa melakukan perjalanan ke semua negara di Eropa yang menerapkan peraturan Schengen.

"Jika Dewan Eropa memilih solidaritas, maka baik. Jika tidak, kami memiliki Rencana B. Tapi itu akan menjadi luka yang diderita Eropa," ujarnya seperti dimuat BBC.

Kendati ia tidak menjelaskan lebih lanjut soal rincian Rencana B, namun diduga, dalam rencana itu Italia akan menolak memberikan izin agar migran yang diselamatkan oleh angkatan laut asing untuk berlabuh di pantainya.

Perlu diketahui, karena letak geografisnya, Italia dan Yunani kerap menjadi pintu masuk dan tempat berlabuh para migran yang datang dari Afrika maupun Timur Tengah melalui Mediterania.

Italia dan Yunani kewalahan menampung para migran dan menyerukan agar negara eropa lainnya juga ikut berbagi beban tersebut. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya