Berita

ilustrasi/net

Dunia

Respon Global Suram Soal Penanganan Pengungsi Suriah

SELASA, 16 JUNI 2015 | 11:31 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Respon global terkait penanganan nasib pengungsi Suriah dinilai suram oleh Amnesty International.

LSM yang bergerak di bidang HAM itu menyebut masyarakat internasional sejauh ini belum berhasil memberikan dana yang memadai, baik untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan para pengungsi, maupun untuk mendukung kebijakan negara tuan rumah untuk memberikan pemukiman bagi pengungsi.

Bukan hanya itu, Amnesty International juga mengritik sikap negara-negara tengga Suriah yang dinilai masih belum cukup untuk menangani pengungsi dengan layak.


Kritik-kritik itu dimuat dalam sebuah laporan berjudul "Global Refugee Crisis: A conspiracy of Neglect".

Amnesty mengatakan bahwa Lebanon, Yordania dan Turki telah menampung lebih dari empat juga warga Suriah sejak konflik di Suriah terjadi pada tahun 2011 lalu.

Namun kini negara-negara tetangga itu telah menutup perbatasannya untuk menghentikan langkah warga Suriah untuk menyeberang.

"Semua negara-negara tuan rumah utama telah memberlakukan pembatasan pada masuknya orang yang melarikan diri dari konflik," kata Sekretaris Jenderal Amnesty International Salil Shetty seperti dimuat Reuters (Senin, 15/6).

Langkah tersebut, kata Shetty merupakan tindakan yang sangat menganggu karena mendorong para warga Suriah untuk kembali masuk ke dalam konflik.

Lebanon, Yordania dan Turki sendiri mengambil langkah menutup perbatasan dengan alasan beban ekonomi yang berat dan bantuan dari masyarakat internasional minim sehingga tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan untuk para pengungsi.

Karena itulah, Amnesty International menyerukan negara-negara tuan rumah untuk meringankan aturan dan membebaskan pengungsi dari pra-visa atau persyaratan residensi.

Di sisi lain, Amnesty International juga mengajak masyarakat internasional untuk ikut serta memberikan bantuan untuk meringankan beban para negara tuan rumah. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya