Berita

Lalu Muhammad Iqbal/net

Jenazah WNI Asal Malang Ini Belum Bisa Dipulangkan dari Hongkong

SENIN, 15 JUNI 2015 | 15:44 WIB | LAPORAN:

. Jenazah WNI asal Kabupaten Malang Jawa Timur, Wiji Astutik (34) yang menjadi korban pembunuhan di Hongkong, belum dapat dipulangkan ke tanah air. Penyebabnya, pihak otoritas setempat masih memerlukan jasadnya guna menyidik kasusnya lebih jauh.

Demikian disampaikan Direktur Perlindungan WNI Kemenlu RI, Lalu Muhammad Iqbal kepada wartawan di Jakarta, Senin (16/5).

Iqbal menambahkan info yang disampaikan oleh KJRI Hongkong hari ini, jenazah Wiji masih berada di Kwai Ching Public Mortuary. Otopsi sebetulnya telah dilakukan, tapi jenazah masih belum dapat dipulangkan karena masih menunggu release penyebab kematian dari Coroner Court Hongkong dan Kepolisian setempat.


"Polisi juga tengah melakukan penyidikan dengan memeriksa dan menelusuri orang-orang terdekat sang korban," tambah Iqbal.
 
Sejauh ini, terang Iqbal, berdasarkan informasi diterima pihaknya, kepolisian Hongkong baru menangkap dua orang tersangka atas kasus dugaan pembunuhan tersebut. Rekontruksi kasus juga telah dilakukan dengan melibatkan para pelaku tersebut.

"Tepatnya pada 10 Juni 2014 Pukul 04.00 WS ditangkap 2 tersangka di tuen mun new territories saat akan menyeberang ke China dengan Kapal Feri. Tersangka yang ditangkap bernama Wahaj Fyaz (30 th) WN Pakistan dan tersangka Shahbaz Khan (22) WN India," beber Iqbal.

Adapun rencana pengambilan jenazah, lanjut Iqbal, baru akan dilakukan hari ini. Sebab polisi masih harus berkoordinasi dangan dokter, mengingat keterangan tersangka Wahaj Fyaz yang hanya mengaku menampar dan menendang korban. [rus]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya