Berita

farouk muhammad/net

Hukum

Farouk: Biarkan Polisi Fokus Selidiki Kasus Angeline

SENIN, 15 JUNI 2015 | 08:54 WIB | LAPORAN:

Wakil Ketua DPD RI, Farouk Muhammad mengimbau berbagai pihak untuk menahan diri dan tidak menyampaikan statement yang merisaukan sehingga pihak kepolisian dapat fokus dalam mengurai kasus Angeline secara jelas.

"Ada baiknya kita terus mendukung langkah-langkah kepolisian untuk dapat menyelesaikan kasus ini dengan professional dan transparan. Sehingga, kasus seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari," pinta Farouk Muhammad dalam keterangan persnya hari ini (Senin, 15/6).

Mantan gubernur Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) ini menjelaskan, kepolisian memiliki prosedur dan mekanisme dalam melakukan penyelidikan. Diperlukan sense dari penyidik untuk dapat mempelajari benang merah pembunuhan Angeline dengan faktor tindakan non kriminal atau lebih dari sebuah kasus biasa. Situasi ini berbeda dengan tugas seorang jaksa, yang jika hanya mendapat 10 kasus maka harus diselesaikan 10 kasus tersebut.


"Sedangkan polisi, jika menerima 10 kasus maka bisa berkembang menjadi 15 pelanggaran pidana atau sebaliknya hanya memproses ke penuntutan lima kasus, sedangkan sisanya diselesaikan secara non yustisial sesuai kewenangan diskresinya," bebernya.

Guru Besar Kriminilogi Universitas Indonesia ini menambahkan, tewasnya Angeline  hanya menjadi bagian kecil  buramnya potret perlindungan hukum bagi anak di  Indonesia. Dari  data  yang dirilis oleh beberapa lembaga menunjukan kekerasan terhadap anak makin meningkat dari tahun ke tahun.

Hasil survei  yang  dirilis  oleh Komnas Perempuan, misalnya, kekerasan terhadap anak dari tahun 2009 -2014 menunjukan trend peningkatan. Di  tahun 2014 Komnas Perempuan mencatat ada sekitar 12.510 kasus  kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Secara umum, kata dia melanjutkan, ada dua upaya yang bisa dilakukan untuk berperang menghindari kekerasan terhadap anak  ini  yaitu dengan melibatkan anak itu sendiri  secara proaktif dengan mengajarkan apa saja yang tergolong sebagai kekerasan. Dengan begitu, anak menjadi waspada terhadap kekerasan.  

Keluarga juga perannya menjadi sangat penting karena secara umum kekerasan terhadap anak dilakukan oleh orang terdekat di lingkungan keluarga. Selain  itu juga,  masyarakat juga harus ikut berpartisipasi mewujudkan lingkungan yang ramah terhadap anak.

"Upaya  pencegahan tersebut juga harus dilengkapi dengan upaya represif atau penegakan hukum yang sesuai, agar pelaku tindak kekerasan anak mendapatkan efek jera," pungkasnya.[wid] 

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya