Berita

gempa nepal/net

Dunia

Ini Dana yang Dibutuhkan Nepal Untuk Rekonstruksi Pasca Gempa

MINGGU, 14 JUNI 2015 | 15:38 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Nepal membutuhkan bantuan donor internasional sekitar 6,6 miliar dolar AS untuk mendukung rencana rekonstruksi selama lima tahun.

Dikabarkan kembali, dua gempa besar mengguncang Nepal, tepanya pada tanggal 25 April dan 12 Mei lalu. Gempa menyebabkan 8.787 orang tewas dan lebih dari 500 ribu rumah hancur.

Menurut keterangan pemerintah Nepal dalam sebuah laporan Pasca Bencana Penilaian Kebutuhan (PDNA) seperti dimuat Channel News Asia (Minggu, 14/6), kerugian ekonomi dari bencana Nepal itu mencapai hingga 7 miliar dolar AS, termasuk dari sektor pariwisata.


Sementara itu, seorang pejabat kementerian keuangan senior Nepal Suman Prasad Sharma menyebut bahwa 36 negara dan 24 lembaga donor telah diundang dalam sebuah konferensi yang akan digelar 25 Juni mendatang untuk memberikan dukungan rekonstruksi.

Ia menekankan, sejauh ini, Nepal baru mendapatkan dua pertiga dari biaya yang dibutukan. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya