Berita

hassan rouhani/net

Dunia

Presiden Iran: Tawar-Menawar Negara Kekuata Dunia Hambat Negosiasi Nuklir

MINGGU, 14 JUNI 2015 | 11:28 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Iran Hassan Rouhani menekankan, tawar menawar dengan negara-negara kekuatan dunia terkait perjanjian nuklir bisa membahayakan batas waktu perjanjian nuklir yang telah dirancang sebelumnya.

Pasalnya, Rouhani mengakui bahwa masih banyak perbedaan pandangan dan kepentingan terkait dengan rincian soal rencana kesepakatan nuklir yang tengah dibangun Iran dan negara-negara kekuatan dunia.

Perlu dikabarkan kembali, Iran di bawah kepemimpinan Hassan Rouhani telah berupaya mengubah kebijakan nuklir negaranya. Sejak pertengahan tahun lalu, Iran berupaya mencari kesepakatan damai dengan negara-negara kekuatan dunia yang tergabung dalam P5+1 yakni Inggris, Tiongkok, Prancis, Rusia dan Amerika Serikat ditambah Jerman.


Iran dan P5+1 menghadapi batas waktu hingga 30 Juni untuk membuat kesepakatan yang secara garis besar berisi pembatasan program nuklir Iran dengan imbalan beurpa pencabutan sanksi ekonomi.

Namun dalam perkembangannya, Iran dan P5+1 masih menemukan sejumlah kendala dan selisih terkait dengan teknis perjanjian. Hal itu lah yang dinilai Rouhani sebagai bentuk tawar menawar yang menghambat proses perjanjian nuklir.

"Mereka mulai tawar-menawar, menyebabkan keterlambatan dalam negosiasi," ujarnya pada Sabtu (13/5).

Namun ia tidak secara spesifik menyebut soal apa yang dimaksudkan soal tawar-menawar itu.

"Jika pihak lain menghormati kerangka persetujuan dan tidak menambahkan tuntutan lain, perbedaan bisa diselesaikan. Tetapi jika mereka memilih jalur tawar-menawar maka dapat memperpanjang negosiasi," tandasnya seperti dimuat AFP. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya