Berita

Hukum

Ratu Hemas: Kaum Wanita Harus Lebih Peduli Lingkungan Keluarga

KAMIS, 11 JUNI 2015 | 08:46 WIB | LAPORAN:

Tokoh lain yang didaulat menjadi 'Sahabat BNN' oleh BNNP DKI Jakarta adalah  Gusti Kanjeng Ratu Hemas. Dia adalah Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. Tokoh ini juga dikenal lantang dalam menyuarakan hak-hak perempuan.

Hemas menyatakan sangat mengapresiasi BNNP DKI Jakarta yang telah menyelenggarakan event Gerakan Perempuan Peduli Bahaya Penyalahgunaan Narkoba.

Menurutnya, acara tersebut sebagai langkah nyata untuk menggugah masyarakat, khususnya kaum wanita, agar lebih peduli lagi terhadap lingkungan keluarga dan sekitarnya dalam mewaspadai dan mencegah bahaya penyalahgunaan narkoba.


"Saya berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan pada saya untuk menjadi sabahat BNN," ujarnya.

Dengan adanya gerakan ini, kata Hemas, ternyata di pundak perempuan banyak yang harus dilakukan. Selain menjadi pelindung anak-anaknya di lingkunga keluarga, kaum ibu juga masih punya tanggung jawab penting lainnya di luar rumah.

Hemas juga berpendapat, untuk menanggulangi bahaya penyalahgunaan narkoba, harus melibatkan seluruh elemen bangsa. Termasuk orang tua yang masih aktif di jajaran pemerintahan maupun di luar pemerintahan.

"Itu sebabnya, di tengah kesibukan saya sehari-hari, meskipun berat untuk dilaksanakan, saya bersedia menjadi Sahabat BNN. Semoga saya bisa memberi sedikit kontribusi dalam upaya kita mengurangi darurat bahaya narkoba," ujarnya.

Ia menyadari betul saat ini pengguna narkoba tidak hanya terjadi di kota-kota besar. Tetapi sudah masuk ke wilayah pedesaan. Karena itu, penanggulangan bahaya penyalahgunaan narkoba bukan hanya difokuskan pada pencegahannya. Namun juga perlunya memberi perhatian yang lebih kepada anak-anak di dalam lingkungan keluarga oleh orang tuanya.

Selain itu, menurutnya, penanggulangan bahaya narkoba juga harus dilakukan dari sisi jalur distribusinya, seperti bandara dan pelabuhan.

"Jalur-jalur ini harus mendapatkan perhatian ekstra, agar tidak terjadi lolosnya para pelaku penyelundupan," tegasnya.[wid] 

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya