Berita

Bisnis

Dirut BTN Diminta Pecat KCU BTN Kranji Kota Bekasi

KAMIS, 11 JUNI 2015 | 07:39 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) diminta segera memecat Kepala Cabang Utama (KCU) BTN Kranji Kota Bekasi, serta mengembalikan kak-hak debitur KPR, jelasnya sertifikat yang digelapkan.

Desakan ini disampaikan Wasil dari Solidaritas Debitur Korban BTN Kota Bekasi. Wasil menjelaskan, sekian bulan pasca pelunasan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), sertifikat yang menjadi hak tidak kunjung dikasih. Bahkan pihak BTN menyelepelekan debitur.

"Debitur yang berkirim surat minta klarifikasi atas hak sertipikat diabaikan. Ini terjadi di salah satu perumahan di Kecamatan Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat," kata Wasil dalam keterangan kepada Kantor Berita Politik RMOL, beberapa saat lalu (Kamis, 11/6).


Selama ini, lanjutnya, ketika debitur terlambat membayar, maka tagihan datang tiada henti dan bahkan tak jarang rumah di segel lalu di ancam lelang umum. Namun ketika debitur telah menunaikan kewajiban dengan membayar uutang, justru hak mereka justeru diabaikan dan sertifikat tidak jelas.

"Ini kah ciri khas bank BUMN? Inikah ciri khas pelayanan publik yang baik dari bank BTN? Sampai kapan hak konsumen/debitur digantung? Nyatanya BTN telah melakukan penipuan dan penggelapan," tegas Wasil.

Disbeut penipuan, lanjutnya, karena ternyata hak-hak debitur tak diserahkan. Penggelapan atas dasar sertifikat debitur disimpan tanpa kejelasan. Padahal semestinya, tiga hari setelah pelunasan KPR harus sudah menerima sertipikat. Padahal juga, sebelum akad kredit antara debitur dan kreditur sertifikat sudah diterima BTN dari pengembang.

"Adakah permainan antara BTN dan pengembang?," tegas Wasil.

Karena itulah, tutup Wasil, Solidaritas Debitur Korban BTN Kota Bekasi menggelar aksi demo atas nama di BTN KCU/Kantor Cabang Utama Kranji, di Jalan Jenderal Sudirman Bekasi.

"Aksi adalah langkah terkahir, setelah frustasi dengan kesombongan dan keanggkuhan birokrasi BTN sebagai bank BUMN, bank milik rakyat," demikian Wasil.[wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya