Berita

ilustrasi/net

Dunia

Penjaga Perdamaian PBB Terlibat Pelecehan Seksual dengan Ratusan Gadis Haiti

RABU, 10 JUNI 2015 | 16:56 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pasukan penjaga perdamaian PBB di Haiti dikabarkan terlibat dalam pelecehan seksual dengan melibatkan lebih dari 225 perempuan dan anak gadis di bawah umur.

Hal itu terungkap dalam sebuah laporan yang dikeluarkan oleh Kantor PBB terkait Pengawasan Pelayanan Internal (OIOS) pada Selasa (9/6).

Dalam laporan itu ditemukan ada semacam transaksi seksual di mana perempuan dan anak gadis dipaksa melakukan hubungan seksual dengam pasukan penjaga perdamaian PBB dengan sejumlah imbalan.


Sepertiga dari dugaan transaksi seks itu dilakukan oleh Misi Stabilisasi PBB di Haiti (MINUSTAH). Kasus tersebut tidak sedikit melibatkan anak-anak perempuan di bawah usia 18 tahun.

Laporan itu sendiri muncul setelah OIOS melakukan wawancara dengan 231 perempuan di Haiti. Mereka mengaku telah dipaksa untuk melakukan tindakan seksual dengan pasukan penjaga perdamaian PBB dan mendapatkan imbalan kebutuhan dasar seperti makanan, obat-obatan, ponsel, laptop, sepatu, parfum, dan uang.

"Untuk perempuan pedesaan, kelaparan, kekurangan tempat tinggal, kebutuhan perawatan bayi, obat-obatan dan barang-barang rumah tangga sering menjadi pemicu transaksi semcam itu terjadi," kata laporan tersebut seperti dimuat Press TV.

Laporan itu lebih lanjut memuat bahwa eksploitasi seksual dilakukan oleh sekitar 125 ribu pasukan penjaga perdamaian PBB di seluruh dunia masih belum diungkap dalam misi semacam itu. Hal itu menunjukkan bahwa kasus transaksi seksual semcam itu di Haiti bisa jadi lebih besar.

Di Haiti sendiri, misi perdamaian PBB dimulai pada tahun 2004 lalu dengan melibatkan sekitar  7 ribu pasukan penjaga perdamaian. Namun demikian, dalam laporan tidak disebutkan soal berapa banyak pasukan PBB yang diduga terlibat dalam transaksi seksual tersebut. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya