Berita

Nasaruddin Umar/net

BERKAH RAMADHAN (5)

Memahami Sistem Rukyah

SELASA, 09 JUNI 2015 | 11:04 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

PENENTUAN awal bulan Qamariyah dikenal dua me­tode, yaitu metode Rukyah dan metode Hisab. Metode Rukyah ialah penyaksian hilal pada hari ke 29 setiap bulan pada saat matahari terbenam. Jika hilal tidak disaksikan maka tanggal 29 diistikmalkan atau disempurnakan menjadi 30 hari dan dengan dipastikan keesokan harinya sudah memasuki bulan berikutnya, karena dalam kalender hijriyah tidak dikenal tanggal 31 seperti halnya dalam kalender Miladiyah.

Upaya menyaksikan bulan dengan mata kepala, baik mata telanjang maupun mengguna­kan teropong, disebut rukyah bil fi'li. Cara seperti inilah yang sering dilakukan Rasulullah Saw dan para sahabatnya dan berlanjut sampai sekarang. Pelaksanaan Rukyah tidak asal menunggu hilal di tempat sebagaimana lazimnya muncul, tetapi ada ilmunya tersendiri. Pertama harus dipastikan bahwa Rukyah dilakukan saat matahari dan bulan terjadi konjungsi (ijtima') dan hilal pada posisi di atas ufuk, yang dalam istilah ilmu falak disebut imkan al-ru'yah. Batas imkan al-ru’yah untuk Indonesia semula mengikuti standar inter­nasional dunia Islam 6 derajat, kemudian turun menjadi 4 derajat atas tuntutan sebagia ormas untuk mencapai penyatuan persepsi awal bulan, kemudian diminta lagi turun ke 2 derajat, seperti sekarang ini. Sesungguhnya menurut ahli ilmu falak dan para saintis 2 derajat ini terlalu amat sulit untuk melihat hilal walaupun menggunakan alat bantu berupa teropong, tetapi kenyataannya seperti itu yang terjadi.

Selain hisab bil fi’li dikenal juga hisab bil 'ilmi atau bil 'aqli, yaitu penetapan awal bulan dengan mengonfirmasi hilal dengan perhitungan ilmu pengetahuan (hisab). Penetapan awal bulan seperti ini kemudian disebut dengan metode hisab, yang akan dibahas dalam artikel mendatang.


Dasar pelaksanaan Rukyah sebagai metode penetapan penentuan awal bulan qamariyah ialah hadis Nabi: "Berpuasalah kamu semua kar­ena terlihatnya (hilal Ramadlan) dan berbukalah kamu semua karena terlihatnya (hilal Syawal). Jika ia tertutup bagimu, maka perkirakanlah ia 30 (hari)". Dalam hadis lain juga dikatakan: "Janganlah kalian berpuasa hingga melihat hilal (Ramadlan), dan janganlah kalian berbuka hingga melihatnya (hilal Syawal). Jika ia tertutup bagimu, maka kadarkanlah atasnya".

Rukyah juga mempunyai beberapa aliran teknis dan berpotensi melahirkan kesimpulan berbeda. Ada kelompok yang menggantungkan laporan rukyah berdasarkan ijtima' qablal ghurub, ijtima' qabla nisfil lail, wujudul hilal, dan imkanur rukyah. Di Indonesia, model rukyahyang diterap­kan lebih merupakan kombinasi dengan metode hisab, walaupun memang pada akhirnya yang dominan ialah rukyah. Indonesia menjadikan imkan al-ru'yah sebagai faktor di dalam menen­tukan pelaksanaan rukyah. Jika hilal menurut kalender (taqwim) yang disimpulkan oleh hasil rukyah sebelumnya memastikan hilal sudah di atas dua derajat, erarti sudah imkan al-ru'yah, maka para ahli rukyah bekerja secara profes­sional untuk menemukan hilal. ***

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

UPDATE

Program Prabowo Tak Akan Berdampak Jika Soliditas Internal Rapuh

Jumat, 13 Februari 2026 | 16:03

Prabowo Tantang Danantara Capai Return on Asset 7 Persen

Jumat, 13 Februari 2026 | 16:01

Pakar: Investigasi Digital Forensik Bisa jadi Alat Penegakan Hukum Kasus Investasi

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:46

Wapres Tekankan Kuartal I Momentum Emas Sektor Pariwisata

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:40

Kapolri Siap Bangun Lebih dari 1.500 SPPG Selama 2026

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:26

Kolaborasi Inspiratif: Dari Ilustrasi ke Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:20

Setnov Hadir, Bahlil Hanya Pidato Singkat di HUT Fraksi Partai Golkar DPR

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:18

Kepala BPKH: Desain Kelembagaan Sudah Tepat, Tak Perlu Ubah Struktur

Jumat, 13 Februari 2026 | 15:16

Prabowo Hadiri Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara

Jumat, 13 Februari 2026 | 14:53

Keuangan Haji Harus Berubah, Wamenhaj Dorong Tata Kelola yang Lebih Modern

Jumat, 13 Februari 2026 | 14:36

Selengkapnya