Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) akan menggelar Conference on Indonesian Foreign Policy 2015 akhir pekan ini (Sabtu, 13/6) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.
"Tujuan utama dari Konferensi ini adalah mempertemukan berbagai pemangku kepentingan di Indonesia yang berurusan dengan dunia internasional, yaitu pejabat, diplomat, pengusaha, peneliti, pakar, dosen dan mahasiswa," kata Pendiri FPCI, Dino Patti Djalal dalam keterangannya nyang diterima redakis (Selasa, 9/6).
Melalui konferensi tersebut, tambahnya, FPCI berkeinginan untuk memberikan ruang diskusi yang dinamis demi membahas hubungan Indonesia dengan dunia internasional secara independen, obyektif dan berbobot.
"Slogan konferensi ini adalah nasionalisme sehat dan internationalisme yang cerdas (positive nationalism, smart internationalism) karena kami percaya kombinasi dua hal inilah yang akan membuat Indonesia maju dan jaya di abad ke-21," tambahnya.
Acara tersebut akan menjadi konferensi terbesar mengenai kebijakan luar negeri di Indonesia. Diperkirakan sekitar 1.500 dingga 2.000 pesera dari kalangan pemerintah, pengamat maupun mahasiswa jurusan hubungan internasional akan ikut ambil bagian dalam konferensi tersebut.
Konferensi itu sendiri terdiri dari 19 sesi dengan 80 pembicara dari Indonesia dan luar negeri, konferensi ini dirancang sebagai ajang festival diplomasi yang dipenuhi dengan ide, informasi dan diskusi mengenai isu internasional terkini.
Bukan hanya itu, Menteri Luar Negeri Retno L. P. Marsudi dalam sesi pembukaan acara tersebut akan memberikan pidato mengenai arah dan prioritas kebijakan luar negeri Indonesia di era Presiden Joko Widodo.
Selain itu juga ada penghargaan khusus intermestik (internasional dan domestik) bagi Walikota Bandung Ridwan Kamil atas dedikasi dan kreatifitasnya menampilkan kota Bandung ke dunia internasional dan membawa dunia ke Bandung.
Perlu diketahui, FPCI sendiri merupakan organisasi nirlaba, independen, dan non-partisan yang bergerak dalam bidang hubungan internasional dan terbuka untuk semua kalangan. FPCI ingin memfasilitasi suatu ruang bersama yang mempertemukan mahasiswa, dosen, Kementerian Luar Negeri dan departemen lainnya yang mempunyai dimensi internasional, korps diplomatic, pengusaha (Indonesia maupun internasional) Think Tanks, jurnalis, dan semua kalangan yang bergerak di bidang hubungan internasional.
[mel]