Berita

ANTI KRIMINALISASI PEJABAT

Nasir Djamil: Lucu Banget Inpresnya

SENIN, 08 JUNI 2015 | 15:02 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Instruksi Presiden (Inpres) untuk perlindungan kepada pejabat negara bidang infrastruktur dari tindakan kriminalisasi yang tengah disusun pemerintah menuai beragam tanggapan negatif.

Jika sebelumnya, anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani menilai UU tidak perlu untuk diterbitkan, kini giliran Nasir Djamil menyebut lucu penerbitan Inpres itu.

"Lucu banget ya inpresnya," ujar Nasir yang juga anggota Komisi III DPR RI kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu (Senin, 8/6).


Dijelaskan Nasir, DPR dan pemerintah sebelumnya sudah menerbitkan UU pengadaan tanah pembangunan untuk kepentingan umum. UU itu diterbitkan agar pejabat pelaksanaan di lapangan bisa bekerja dengan cepat dan terhindar dari tindak pidana korupsi, sehingga tidak dikriminilalisasi oleh oknum penegak hukum.

Atas dasar itu, Nasir menyebut lucu penerbitan inpres anti kriminalisasi pejabat negara tersebut. Karena menurunya, yang harus dilakukan pemerintah adalah membuat turunan UU dengan mengeluarkan petunjuk pelaksana (juklak) dan petunjuk teknis (juknis).

"Ayak-ayak wae (ada penerbitan inpres anti kriminalisasi). Justru yang perlu dilakukan oleh pemerintah adalah membuat turunan UU itu. Berupa peraturan pemerintah dan petunjuk pelaksana serta petunjuk teknis," tandas politisi PKS asal Aceh itu.

Deputi Sarana dan Prasarana Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Dedy S. Priatna mengatakan Inpres dibuat agar para pejabat di kementerian atau lembaga yang berkaitan dengan bidang infrastruktur merasa aman untuk mengambil kebijakan yang mendukung percepatan pembangunan infrastruktur.

Menurutnya, selama ini realisasi pembangunan proyek-proyek infrastruktur berjalan lamban lantaran para pejabat terkait tidak berani dalam mengambil keputusan karena khawatir dikriminalisasi oleh oknum-oknum tertentu.[dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya