Berita

ilustrasi/net

Dunia

93 Pelaku Perdagangan Manusia Diamankan di Myanmar Pada Tahun Ini

SENIN, 08 JUNI 2015 | 13:49 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Polisi di Myanmar mengamankan 93 orang pelaku perdagangan manusia pada tahun ini.

Berdasarkan laporan media setempat seperti dikutip Press TV (Senin, 8/6), merujuk pada keterangan Kapten Polisi Min Naing, pasukan polisi di Asia Tenggara telah melakukan 93 penangkapan selama lima bulan pertama di tahun ini.

"Sebagian besar korban Myanmar dijual untuk kawin paksa di Tiongkok dan kerja paksa di Thailand," kata laporan itu.


Sebagian besar dari kasus-kasus itu ditemukan di wilayah Shan yang secara geografis berdekatan dengan perbatasan Thailand, Laos, dan Tiongkok. Selain itu, sejumlah penangkapan lainnya dilakukan di wilayah Mandalay dan Yangon yang merupakan dua negara terbesar di Myanmar.

Laporan itu mengatakan bahwa tidak ada kasus perdagangan manusia telah ditemukan di negara bagian Rakhine tahun ini. Rakhine sendiri merupakan wilayah di mana kelompok Muslim Rohingya mendapatkan tindakan diskriminasi. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya