Berita

ilustrasi/net

Dunia

Ini Manfaat Bergosip Kata Para Ilmuwan

SENIN, 08 JUNI 2015 | 10:10 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Gosip atau membicarakan orang lain kerap diidentikkan dengan kegiatan negatif. Namun ilmuwan justru menemukan sisi positif dari bergosip.

Profesor psikologi evolusioner dari  Universitas Oxford  Robin Dunbar menyebut bahwa gosip bisa membuat manusia hidup lebih lama.

Ia menyebut bahwa gosip membantu manusia untuk bisa mendekatkan diri dengan teman dan juga mempelajari informasi penting tentang siapa yang harus dipercaya.


Prof Dunbar juga menjelaskan bahwa gosip juga merupakan komunikasi vital yang bisa menjaga manusia untuk bisa hidup lebih lama.

"(Bergosip) memiliki efek yang lebih besar dari apapun, kecuali berhenti merokok," kata Prof Dunbar seperti dimuat Daily Mail (Senin, 8/6).

"Jaringan sosial Anda memiliki pengaruh yang besar pada kebahagiaan dan kesejahteraan," sambungnya.

Ia menekankan bahwa masalah yang dihadapi setiap manusia adalah soal bagaimana memelihara jaringan sosial. Karena itu, evolusi bahasa dalam bergosip bisa menjaga jaringan sosial itu, sekaligus menjaga manusia untuk tetap memiliki informasi terbaru serta berbagi cerita. Hal-hal itulah yang Prof Dunbar sebut perlu untuk kohesi di masyarakat.

"Bergosip hanyalah mengobrol dengan orang dan membuat kita tetap terbaharui dengan dunia sosial di mana kita tinggal. Jadi, gosiplah yang membuat kita manusia," bebernya.

Gosip itu sendiri, sambungnya, tidak diidentikan dengan hal yang negatif sampai abad ke-18. Idenya adalah bahwa gosip merupakan bagian dari pengembangan bahasa yang membuat manusia bisa berkomunikasi lebih baik dan membuat manusia untuk bisa menyampaikan informasi yang berguna dan hidup dalam kelompok yang lebih besar.

Sementara itu seorang profesor sejarah di Universitas Ibrani Yerusalem yakni Yuval Nuh Harari menyebut bahwa keterampilan bahasa baru yang dilakukan oleh manusia modern sekitar 70 ribu tahun lalu memungkinkan manusia untuk bergosip selama berjam-jam.

"Bahkan saat ini sebagian besar komunikasi manusia, baik dalam bentuk email, panggilan telepon atau kolom koran adalah gosip," ujarnya.

"(Gosip) datang secara alami yang  yang tampaknya seolah-olah bahasa kita berevolusi untuk tujuan tersebut," tambah Harari.

Ia bahkan menyebut bahwa "biang gosip" pada kenyataannya adalah wartawan pertama yang membantu menginformasikan ke orang lain tentang siapa yang harud dihindari dan siapa yang harus dipercaya. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya