Berita

sukarno/net

Bung Karno Lahir di Blitar, Ridwan Saidi Hanya Kantongi Bukti Sosiologis

MINGGU, 07 JUNI 2015 | 23:30 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sejarawan dan budayawan Ridwan Saidi siang tadi di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta (Minggu, 7/6) menegaskan bahwa Bung Karno lahir dan melewati masa kecil hingga berusia delapan tahun di Blitar, Jawa Timur.

Dengan demikian, isi pidato Presiden Joko Widodo dalam puncak peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni lalu di Blitar yang mengatakan bahwa Bug Karno lahir Blitar, sudah benar.

Tidak tanggung-tanggung, Ridwan Saidi juga mengatakan, Sukarno berusaha kuat untuk menghilangkan Blitar dari sejarah hidupnya, dan dalam berbagai kesempatan mengatakan dirinya lahir di Surabaya. Hal ini dilakukan Sukarno karena kecewa pada kenyataan bahwa ayahnya, Raden Sukemi, adalah salah seorang agen Zionisme di Hindia Belanda pada masa itu, seperti yang ditulis sejarawan asal Inggris MC Ricklfes.


Ridwan Saidi mengaku dirinya tidak mengantongi bukti-bukti otentik seperti dokumen atau catatan resmi yang menyebutkan soal tempat kelahiran Bung Karno itu. Tetapi, dari bukti-bukti sosiologis yang dikajinya selama ini, dia berani menyimpulkan bahwa Bung Karno lahir di Blitar.

"Ada dua tempat kelahiran Ir. Sukarno atau Bung Karno, atau Kusno. Kelahiran biologis memang di Blitar, tetapi kelahiran historis di Surabaya," kata Ridwan Saidi.

"Bapaknya yaitu Raden Sukemi sering tidak ada di rumah. Sehingga Sukarno belajar tentang ketuhanan dari pembantu. Saat berusia delapan tahun Sukarno ke Surabaya memasuki HIS dan HBS," lanjutnya.

Di Surabaya, Sukarno mondok di rumah HOS Cokroaminoto yang dianggapnya sebagai guru ideologis.

"Sukarno juga mau menghilangkan kenangan pahit bahwa Bapaknya adalah satu dari 13 tokoh Zionis di Pulau Jawa," masih kata Ridwan Saidi.

Dalam episode kehidupan Sukarno selanjutnya, Sukarno muncul sebagai tokoh yang sangat anti Zionis. Misalnya, Sukarno membubarkan 26 organisasi Zionis yang berbentuk yayasan pada tahun 1960, serta mengambil risiko Asian Games bubar karena dia menolak mengundang Israel. [dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Produk Impor Masuk Indonesia Wajib Sehat dan Halal

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:14

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Jemaah Haji Aceh Bisa Akses Ruang VIP Bandara

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:28

Ashari Menghilang, Belum Ditangkap Polisi

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:16

Ambulans Angkut Jenazah Hantam Truk, Dua Orang Tewas

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:00

BPJPH dan Barantin Perkuat Pengawasan Pakan Impor Berunsur Porcine

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:33

Purbaya Siapkan Insentif Mobil dan Motor Listrik

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:24

Rumah di Grogol Petamburan Dilalap Api

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:01

Penyelundupan 2,1 Kg Ganja dari Papua Nugini Digagalkan

Senin, 04 Mei 2026 | 23:35

Tiga Jam Operasional KRL Rangkasbitung Lumpuh

Senin, 04 Mei 2026 | 23:20

Selengkapnya