Berita

david cameron/net

Dunia

Usulkan Buat Detektif Penyakit Global, Inggris Siap Memimpin

MINGGU, 07 JUNI 2015 | 18:40 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemimpin negara-negara industri dunia yang tergabung dalam G7 akan membuat tim global baru yang disebut sebagai "detektif penyakit". Tim tersebut akan menangani pandemi khusus seperti krisis Ebola yang terjadi beberapa waktu lalu.

Perdana Menteri Inggris Davic Cameron di hadapan KTT G7 yang digelar di Jerman hari ini (Minggu, 7/6) menyebut bahwa Inggris akan memimpin jalan dalam memerangi penyakit global. Inggris siap dengan skuad siaga permanen untuk terbang ke mana saja di dunia dalam waktu 48 jam.

Cameron menyebut bahwa pihaknya akan menghabiskan sekitar 20 juta poudsterling untuk bekerjasama dengan akademisi dan perusahaan obat untuk menangani Ebola dan penyakit serupa seperti Lassa dan demam Krimea-Kongo.


Seperti dimuat Daily Mail, Cameron memperingatkan bahwa pandemik berikutnya bisa lebih dahsyat daripada Ebola. Psalnya, virus Ebola yang telah merenggut lebih dari 11 ribu jiwa di Afrika Barat itu hanya bisa menular melalui kontak fisik. Ia memperingatkan bahwa pandemi yang bisa menular lewat udara akan jauh lebih sulit ditangani.

"Ini adalah waktu untuk bangun dari ancaman itu dan saya akan mengangkat isu ini pada pertemuan G7," sebutnya.

Ia menekankan bahwa dunia saat ini harus bisa lebih siap dengan penelitian dan pengembangan obat yang lebih komprehensif untuk melawan ancaman penyakit.

'Inggris akan memimpin jalan tetapi kita perlu respon yang benar-benar global untuk menghadapi ancaman ini," tandasnya. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya