Penyebaran kelompok militan ISIS di Timur Tengah takk lepas
dari dorongan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya untuk menciptakan
"perang abadi" di kawasan tersebut.
Begitu analisa pakar geopolitik di Missouri Dean Henderson seperti dimuat Press TV (Minggu, 7/6).
"Ini
adalah keseluruhan tentang ISIS, ini adalah alasan bahwa ISIS tetap
eksis, karena kita akan membuat lebih banyak penjualan senjata ke para
pelaku di Timur Tengah, kata Henderson yang juga merupakan penulis serta
kolumnis di Veterans Today.
Pernyataan itu dibuat saat Amerika
Serikat diam-diam mulai mengirimkan persenjataan yang dijanjikan kepada
pasukan Irak dari bantuan dana senilai 1.6 miliar dolar AS yang
disetujui Kongres tahun lalu.
"Ini adalah bagian besar dari alasan mengapa ISIS ada, adalah tentang perang abadi," ucapnya kepada
Press TV (Sabtu, 6/6).
Ia
menjelaskan bahwa industri militer Amerika Serikat saat ini harus
memiliki pasar baru dan harus tetap menghasilkan uang. Dengan demikian,
sambung Henderson, Amerika Serikat memiliki kepentingan untuk menjaga
Timur Tengah dalam keadaan tidak stabil.
"CIA membentuk ISIS
(yang) didanai oleh Saudi dan bersekongkol dengan Israel dengan alasan
menciptakan perang lain di Irak," kata Henderson.
Henderson
menambahkan bahsa ISIS digunakan salah satunya adalah untuk menjaga
perekonomian global Amerika Serikat dengan tetap membuat industri
militer hidup. Selain itu, ISIS juga dibentuk untuk tujuan strategis
lainnya di Irak.
Ia menambahkan, ISIS mulanya dilatih oleh CIA
di Yordania pada tahun 2002 untuk mengacaukan pemerintah Surih. Namun
kini, kelompok tersebut berkembang semakin besar dan terlibat dalam
kejahatan terhadap kemanusiaan di sebagian wilayah di Irak dan Suriah
yang diduduki.
Amerika Serikat dan sekutunya diketahui telah melancarkan serangan udara terhadap ISIS di rak dan Suriah sejak tahun lalu.
Namun
demikian, Henderson mengatakan bahwa meski Amerika Serikat dan
sekutunya mengklaim bahwa mereka telah berjuang melawan kelompok teroris
seperti ISIS, pada kenyatannya, mereka sebenarnya membantu menciptakan
dan melatih organisasi seperti itu untuk mempengaruhi kebijakan di Timur
Tengah.
[mel]