Berita

isis/net

Dunia

Pakar Geopolitik: ISIS Hidup Karena Dorongan AS dan Sekutu

MINGGU, 07 JUNI 2015 | 15:44 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Penyebaran kelompok militan ISIS di Timur Tengah takk lepas dari dorongan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya untuk menciptakan "perang abadi" di kawasan tersebut.

Begitu analisa pakar geopolitik di Missouri Dean Henderson seperti dimuat Press TV (Minggu, 7/6).

"Ini adalah keseluruhan tentang ISIS, ini adalah alasan bahwa ISIS tetap eksis, karena kita akan membuat lebih banyak penjualan senjata ke para pelaku di Timur Tengah, kata Henderson yang juga merupakan penulis serta kolumnis di Veterans Today.


Pernyataan itu dibuat saat Amerika Serikat diam-diam mulai mengirimkan persenjataan yang dijanjikan kepada pasukan Irak dari bantuan dana senilai 1.6 miliar dolar AS yang disetujui Kongres tahun lalu.

"Ini adalah bagian besar dari alasan mengapa ISIS ada, adalah tentang perang abadi," ucapnya kepada Press TV (Sabtu, 6/6).

Ia menjelaskan bahwa industri militer Amerika Serikat saat ini harus memiliki pasar baru dan harus tetap menghasilkan uang. Dengan demikian, sambung Henderson, Amerika Serikat memiliki kepentingan untuk menjaga Timur Tengah dalam keadaan tidak stabil.

"CIA membentuk ISIS (yang) didanai oleh Saudi dan bersekongkol dengan Israel dengan alasan menciptakan perang lain di Irak," kata Henderson.

Henderson menambahkan bahsa ISIS digunakan salah satunya adalah untuk menjaga perekonomian global Amerika Serikat dengan tetap membuat industri militer hidup. Selain itu, ISIS juga dibentuk untuk tujuan strategis lainnya di Irak.

Ia menambahkan, ISIS mulanya dilatih oleh CIA di Yordania pada tahun 2002 untuk mengacaukan pemerintah Surih. Namun kini, kelompok tersebut berkembang semakin besar dan terlibat dalam kejahatan terhadap kemanusiaan di sebagian wilayah di Irak dan Suriah yang diduduki.

Amerika Serikat dan sekutunya diketahui telah melancarkan serangan udara terhadap ISIS di rak dan Suriah sejak tahun lalu.

Namun demikian, Henderson mengatakan bahwa meski Amerika Serikat dan sekutunya mengklaim bahwa mereka telah berjuang melawan kelompok teroris seperti ISIS, pada kenyatannya, mereka sebenarnya membantu menciptakan dan melatih organisasi seperti itu untuk mempengaruhi kebijakan di Timur Tengah. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya