Berita

ilustrasi wajah pemimpin g7/net

Dunia

Utang Yunani dan Kekerasan Ukraina Jadi Agenda Utama Pertemuan G7

MINGGU, 07 JUNI 2015 | 14:02 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Krisis utang Yunani dan kekerasan yang masih terus terjadi di ukraina menjadi tema utama pembahasan dalam pertemuan puncak pemimpin negara-negara industri dunia yang tergabung dalam kelompok 7 atau G7 pada hari ini (Minggu, 7/6). Pertemuan puncak itu sendiri digelar wilayah pegunungan Alpen Bavarian, Jerman.

BBC
memuat bahwa pemimpin Amerika Serikat, Jerman, Perancis, Inggris, Kanada, Italia, dan Jepang akan memanfaatkan pertemuan itu untuk menjaga tekanan diplomatik Rusia terkait dengan konflik di wilayah timur Ukraina.

Rusia sendiri diketahui telah dikeluarkan dari kelompok tersebut yang sebelumnya dikenal dengan sebutan G8. Rusia dikeluarkan menyusul aneksasi Krimea pada tahun lalu.


Dalam pertemuan tersebut, Presiden Rusia Vladimir Putih juga akan menjadi salah satu fokus pembahasan karena kekhawatiran bahwa ia sengaja membangun tekanan militer lanjutan di Ukraina bagian timur.

Selain soal Ukraina, agenda utama yang juga dibawa adalah soal kisis utang Yunani.

Sementara itu Kanselir Jerman Angela Merkel sebagai tuan rumah berharap bisa mengamankan komitmen rekan-rekannya dalam G7 untuk mengatasi pemanasan global dan membangun momentum jangka panjang untuk KTT iklim PBB yang akan digelar di Paris pada Desember mendatang.

Reuters
mengabarkan bahwa Jerman membawa agenda untuk membahas masalah kesehatan global, mulai dari Ebola hingga antibiotik dan penyakit tropis. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya