Berita

Politik

Joko Widodo Plus Jusuf Kalla, Hasilnya Tidak Jelas

SABTU, 06 JUNI 2015 | 05:46 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Baru enam bulan berkuasa kepercayaan rakyat terhadap Presiden Joko Widodo memudar. Hasil survei sejumlah lembaga menunjukkan tingkat ketidakpuasan terhadap Joko sangat tinggi.

Hasil survei Poltracking, misalnya, menunjukkan 48,5 persen publik tidak puas dengan pemerintahan Joko. Sementara hasil survei Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (kedaiKOPI) menyebut tingkat ketidakpuasan publik terhadap Joko sebesar 65,6 persen.

Survei merekam ketidakpuasan publik tersebut akibat berbagai kebijakan yang dibuat Joko tidak sesuai harapan rakyat, seperti menaikkan harga BBM, impor beras, kenaikan harga tarif dasar listrik dan gas, dan 'membiarkan' kriminalisasi pimpinan KPK.


Bagi Ki Ucup Jumanta, seorang yang ahli membaca garis kehidupan lewat perhitungan nama, merosotnya ketidakpercayaan rakyat terhadap Joko bukanlah hal yang mengagetkan. Sejak awal dia melihat bahwa aura Joko tidak cukup bagus untuk menjadi pemimpin negara. Berdasarkan hitungannya, Joko tidak akan mampu mewujudkan kehidupan yang lebih baik seperti yang diharapkan rakyat.

Salah satu penyebabnya, dalam menjalankan roda pemerintahan, Joko diintervensi oleh orang-orang di sekitarnya sekalipun hal itu bertentangan dengan kepentingan rakyat.

"Kalau saya hitung, nama Joko Widodo kekuatannya 50:50. Kekuatan dari dirinya 50, dan kekuatan di sekitarnya atau temannya 50,"  ujar Ki Ucup sambil menuliskan beberapa huruf Arab di papan tulis membacakan karakter dan garis kehidupan lewat sinyal dan energi dengan perhitungan huruf dari nama Joko Widodo.

Selain menghitung nama Joko Widodo, Ki Ucup juga menghitung garis kehidupan dari nama Wapres Jusuf Kalla. Hasilnya bukan melengkapi Joko, JK malah jadi persoalan tersendiri.

Menurut dia, dilihat dari namanya, aura kepemimpinan JK lebih kuat ketimbang Joko. JK memiliki kekuatan secara pribadi sebesar 70 persen, sementara sisanya kekuatan politik yang mendukungnya. Inilah yang membuat JK lebih dominan dalam banyak urusan dibandingkan sang presiden.

"Kekuatan yang dimiliki Joko Widodo dan Muhammad Jusuf Kalla jika digabung, itu seperti air dan minyak. Meski dalam satu wadah tidak akan pernah ketemu," kata Ki Ucup seperti dalam tayangan Sisi Lain RMTV. (Lihat: Ucuk Jumanta: Membongkar Misteri di Balik Nama Jokowi-JK)

Karena itulah, menurut Ki Ucup lagi, sekalipun bisa bertahan lima tahun, pemerintahan Joko-JK tidak akan bisa mewujudkan harapan kehidupan lebih baik bagi rakyat.

"Joko Widodo dan Jusuf Kalla memimpin, hasilnya lamalif ya (JK), mim ba (Joko Widodo), tidak akan pernah ketemu jawabannya. Seperti disini, huruf mim ketemu ba, itu ekonomi tidak jelas," imbuh Ki Ucup yang asli Betawi dan mulai sadar memiliki kemampuan membaca garis kehidupan sejak umur 12 tahun.

Percaya atau tidak, Ki Ucup meyakinkan hasil pembacaan garis kehidupan yang dikemukakannya akan terbukti.

"Insya Allah 90 persen benar," tukasnya.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya