Berita

Kampanye Antikorupsi, HNW Dukung Gerakan Pemuda Muhammadiyah

JUMAT, 05 JUNI 2015 | 20:50 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pengurus Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah bersilaturrahim ke Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid, di ruangannya, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (Jumat, 5/6).

Dalam pertemuan sekitar 1 jam tersebut, Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Edi Agus Yanto menjelaskan komitmen mereka dalam mengkampanyekan gerakan Berjamaah Melawan Korupsi.

"Korupsi ini sudah membudaya. Kalau tak dibendung, dapat menghancurkan komitmen bangsa," tegas Ketua PP Pemuda Muhammadiyah bidang Buruh Tani dan Nelayan ini.


Selain menggelar kampanye antikorupsi, Pemuda Muhammadiyah membentuk Madrasah Antikorupsi di berbagai daerah. Sementara menyambut Pilkada serentak tahun 2015 ini, sayap ormas Muhammadiyah ini membentuk Satgas Antimoney Politics, yang akan di-launching pada malam puncak Milad Pemuda Muhammadiyah ke-83 pada Rabu malam (10 /6) pekan depan.

"Kita berharap, dengan adanya Satgas ini bisa menyelamatkan demokrasi dan menghasilkan calon kepala daerah yang berkualitas. Karena kalau tidak dicegah (money politics), yang kuat secara financial yang akan terpilih," ucapnya.

Edi yang juga Ketua Panitia Milad, mengundang Hidayat untuk hadir dalam malam peringatan hari lahir Pemuda Muhammadiyah tersebut.  Hidayat langsung mengamini.

Tak hanya itu, Hidayat Nur Wahid juga menyambut baik gerakan Pemuda Muhammadiyah tersebut. Namun dia mengingatkan, bahwa mestinya yang dijerat tidak hanya pemberi suap, tapi juga masyarakat yang menerima. "Karena kan tidak ada itu bertepuk sebelah tangan," katanya mengibaratkan.

Dia sepakat, celah untuk terjadinya money politics harus tutup dirapat. Makanya, dia sempat mempertanyakan langsung kepada Ketua KPU Husni Kamil Manik terkait wacana calon kepala daerah boleh memberikan uang kepada calon pemilih tidak melebihi Rp 50 ribu pada masa kampanye. Sebab, akan terjadi terjadi politik uang besar-besaran secara legal.

"Ini sangat berbahaya. Kalau dilegalkan, bisa kita bayangkan yang nanti akan menang di Pilkada maupun pemilu berikutnya bukan yang berkualitas, bukan yang paling acceptabilitas, tapi yang paling banyak isi tasnya," ungkap mantan Presiden PKS ini.

Karena itu dia meminta Pemuda Muhammadiyah untuk mengecek apakah hal tersebut akhirnya menjadi peraturan KPU. "Kalau memang itu dilegalkan, Pemuda Muhammadiyah harus melakukan judicial review ke Mahkamah Agung," demikian Hidayat. [zul]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya