Berita

BUMD Didesak Beli Saham Pertamina

JUMAT, 05 JUNI 2015 | 19:02 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di seluruh Indonesia didesak untuk membeli saham perusahaan migas, participating interest milik Pertamina atau saham BUMD daerah penghasil migas.

Selain agar kemakmuran dapat dinikmati seluruh rakyat Indonesia, pembelian saham oleh BUMD seluruh Indonesia dimaksud untuk menjaga keutuhan NKRI dan sekaligus mendorong terwujudnya transparansi serta akuntabilitas di dunia migas.
 
Demikian ditegaskan mantan penasihat ahli Kepala BP Migas Bidang Komunikasi, AM Putut Prabantoro dalam diskusi dan bedah buku berjudul "Industri Migas di Indonesia", di Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Kamis (4/6).
 

 
"Sumberdaya alam termasuk migas Indonesia memiliki fungsi strategis yakni mempersatukan negara Indonesia. Dan disebutkan bahwa migas tersebut di manapun letaknya mempunyai kewajiban menjadi alat pencapaian kemakmuran setinggi-tingginya bagi rakyat Indonesia. Oleh karena itu, BUMD seluruh Indonesia diminta membeli saham perusahaan migas yang ada di Indonesia ataupun participating interest yang dimiliki Pertamina atau dalam pengelolaan bersama BUMD di suatu wilayah kerja," ujar Putut yang juga penulis buku "Migas-The Untold Story" terbitan Gramedia Pustaka Utama.

Dengan cara ini, dijelaskan lebih lanjut Putut yang saat ini menjadi Konsultan Komunikasi Bakamla RI, migas menjadi perekat NKRI dan sekaligus mengawasi kinerja Pertamina dan BUMD secara otomatis di seluruh Indonesia. Dengan pembelian saham ini, Jogyakarta sebagai provinsi yang tidak memiliki SDA, sebagai misal, tetap mendapatkan kemakmuran migas melalui saham yang diinvestasikan.
 
Hadir sebagai pembicara lain, Y Sri Susilo SE, M.Si (staf pengajar di UAJY), Ketua ISEI Jogyakarta Prof. Lincolin Arsyad, Ph.D (Guru Besar Fak. EKBIS Universitas Gajahmada), Rahmad Pribadi (pengamat migas lulusan Harvard University, AS) dan dipandu Ronny Sugiantoro (wartawan senior).

Rahmad Pribadi mengingatkan, industri migas selalu sarat dengan politik lokal, nasional dan global karena melibatkan jutaan bahkan miliaran dolar investasi. Oleh karena itu, Rahmad menekankan, bangsa Indonesia harus mewaspadai segala bentuk penguasaan migas Indonesia oleh segelintir orang atau kepentingan sekelompok orang.
 
"Perlu anda lihat, apakah kasus-kasus yang muncul di publik berkaitan dengan kehidupan politik atau partai di Indonesia? Itu salah satu bukti migas sangat terkait dengan kehidupan politik dari sebuah negara dan bangsa," ujar Rahmad.
 
Guru Besar UGM, Lincolin Arsyad mengatakan, setelah BPMigas dan Petral dibubarkan, yang menjadi pertanyaan kedepan adalah, bagaimana tata kelola Migas di Indonesia perlu diperbaiki, supaya bisa memberikan manfaat setinggi-tingginya bagi Indonesia.

Ditegaskan, perbaikan tata kelola hulu dan hilir perlu dilakukan segera supaya mereka yang bekerja di Indonesia mendapat kepastian hukum juga.

Dengan ini, diharapkan kesenjangan antara pusat dan daerah penghasil migas dapat diatasi. Itu hanya bisa dilakukan dengan rasa nasionalisme yang kuat.
 
Dosen UAJY, Y Susilo menandaskan bahwa gambaran utuh soal industri migas perlu diketahui oleh para mahasiswa agar terhindar dari sengkarut persoalan migas yang sering dipolitisir oleh yang berkepentingan.[dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya