Berita

paul kagame/net

Dunia

Oposisi Tolak Rencana Pencabutan Masa Jabatan Presiden

JUMAT, 05 JUNI 2015 | 15:19 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Partai oposisi Rwanda menentang rencana parlemen untuk mengubah konstitusi terkait masa jabatan presiden.

Oposisi mengajukan gugatan ke Mahkamah Agung Rwanda untuk memblokir setiap langkah terkait rencana yang memungkinkan Presiden Paul Kagame untuk maju ke masa jabatannya yang ketiga.

"Partai Hijau Demokrat dari Rwanda menuntut agar Mahkamah Agung meminta parlemen Rwanda agar tidak mengubah Pasal 101 konstitusi (terkait dengan masa jabatan)," kata keterangan partai dalam sebuah pernyataan seperti dimuat Reuters (Jumat, 5/6).


Perlu diketahui, masa jabatan Kagame sebagai orang nomor satu di Rwanda itu akan berakhir untuk periode keduanya pada tahun 2017 mendatang.

Ia terpilih dalam pemilu tahun 2003 dan tahun 2010 lalu. Periode jabatan presiden di Rwanda sendiri adalah tujuh tahun.

Kageme dilihat sebagai sosok yang paling kuat sejak pemberontak menduduki ibukota pada tahun 1994 untuk mengakhiri genosida yang menewaskan setidaknya 800 ribu orang. Sebagian besar di antara mereka merupakan minoritas Tutsi.

Sebelumnya, sejumlah politisi dan pemohon lainnya telah menyerukan perubahan agar pencabutan batas jangka waktu kepemimpinan selama dua periode dihapuskan.

Kagame sempat menentang pencabutan batas jangka waktu kepemimpinan dua periode itu. Namun kemudian di sisi lain ia juga menyebut bahwa jika ia akan tetap melanjutkan masa kepemimpinan untuk ketiga kalinya bila masyarakat menginginkan hal tersebut. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya