Berita

Politik

Selamat Datang Mafia Migas Baru Berkedok Trisakti

KAMIS, 04 JUNI 2015 | 22:37 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Langkah pemerintahan Joko Widodo membubarkan Pertamina Energy Trading Limited (Petral) patut diduga sebagai upaya memindahkan penguasaan impor BBM dan crude oil dari kelompok mafia migas yang lama ke mafia migas baru berkedok Trisakti dan Nawacita.

Begitu disampaikan Wakil Ketua Umum Komite Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Widodo Tri Sektianto dalam keterangannya kepada redaksi, Kamis (4/6).

"Pembubaran Petral cuma akal-akalan para mafia migas yang ada di sekeliling Jokowi. Sangat jelas dan kasat mata kalau ditarik benang merah terkait pembubaran Petral dikomandoi Arie Sumarno," ujarnya.


Menurut Widodo, motif pembubaran Petral lebih pada pembentukan oligarki mafia migas baru di Integrated Supply Chain (ISC). Nah, Ari Sumarno adalah mantan Direktur Utama Pertamina yang menggagas pembentukan ISC. Arie adalah kakak Meneg BUMN Rini Sumarno.

Widodo menyorot kabar pembubaran Petral lebih dilandasi oleh subjektivitas kepentingan para trader dan broker migas yang ada di pusaran kekuasaan Jokowi yang pada saat pilpres banyak mengelontorkan dana kampanye bagi Jokowi-JK.  

Dengan masih dikuasainya Petral oleh para trader dan mafia migas era sebelum Jokowi, maka sangat tidak mungkin para donatur Jokowi yang berbisnis impor BBM dan crude oil bisa masuk dan bersaing untuk mensuply BBM dan crude oil ke Petral.

"Katanya pembelian tidak lewat Petral bisa menghemat? Buktinya, harga BBM justru bertambah mahal. Ini artinya Jokowi sudah dibohongi oleh klan Sumarno dan para mafia migas baru," kata Widodo.

"Patut disayangkan Jokowi menyerahkan begitu saja ke keluarga besar Sumarno untuk mengelolah dan menyusun tata niaga BBM yang akan berdampak menimbulkan mafia baru yang akan bermain di ISC Pertamina," tukasnya.[dem]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

UPDATE

Kejagung Pede Hadapi Febrie di Sidang Praperadilan

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:27

Gebrakan PAM Jaya Tekan Kebocoran Air Diapresiasi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:19

FEB UNJ Dukung Pariwisata Berkelanjutan di Bali Lewat Pengabdian Masyarakat

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:01

Danantara Investasi Rp44 Triliun di JBS Group

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:01

Anggota PWI Jakbar Laporkan Oknum Polisi ke Propam Polda Metro, Ini Sebabnya

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:47

Bawaslu Campus Connect Jadi Solusi Tantangan Digital di Pemilu

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:28

Publik Curiga UGM Melindungi Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:17

Febrie Adriansyah Siap Buka-bukaan di Sidang Praperadilan

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:02

Gedung Bapenda DKI Kebakaran

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 00:32

Pemerintah Diultimatum 15 Hari Terbitkan PP Cukai MBDK

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 00:13

Selengkapnya