Negara-negara ASEAN diminta segera mencari solusi terkait pengungsi Rohingya. Fenomena Rohingya merupakan tragedi kemanusiaan yang sangat memprihatinkan.
Permintaan tersebut disampaikan Ketua Umum PB HMI-MPO, Puji Hartoyo dalam keterangannya kepada redaksi, Kamis (4/6).
Dikatakan dia, penolakan atas kehadiran imigran Rohingya oleh berbagai negara di Asia membuat nasib mereka semakin tidak menentu. Mereka sangat terpaksa keluar dari wilayahnya, berhari-hari terapung di tengah lautan sebab sudah tidak ada lagi jaminan keamanan. Penganiayaan dan pembunuhan terus menimpa umat Muslim minoritas di Myanmar sehingga
"Peristiwa demi peristiwa kemanusiaan yang terjadi di Rohingnya menandakan kelembagaan ASEAN tidak efektif dalam berkoordinasi. Kalau seperti ini terus bubarkan saja ASEAN," kata Puji.
Lebih lanjut Sekjen Persatuan Pelajar dan Mahsiswa Islam Asia Tenggara (Pepiat) ini mengatakan, Indonesia sebagai Negara berpenduduk Islam terbesar di ASEAN bahkan dunia tidak boleh menutup mata. Indonesia harus mengambil langkah solutif terhadap peristiwa yang terjadi di bagian wilayah Myanmar tersebut.
"Kami berharap pemerintah Indonesia menerima imigran Rohingya sementara waktu seraya melakukan upaya rekonsiliasi perdamaian untuk Rohingya di Myanmar," katanya.
[dem]