Berita

Maneger Nasution/net

Komnas HAM Ingatkan Polri terkait Praktik Kekerasan yang Dialami Aktivis IMM

SELASA, 02 JUNI 2015 | 01:36 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengingatkan pemerintah, khususnya Polri untuk mengedepan persuasi dan humanis ketika menghadapi aksi mahasiswa, seperti aksi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di seputar Istana Jakarta, Senin (1/6).

Seperti diwartakan, ada praktik kekerasan bahkan penembakan terhadap mahasiwa IMM oleh oknum polisi saat IMM dan organisasi lain menggelar aksi damai mengkritisi Kinerja Pemerintahan Jokowi-JK dalam memperingati Hari Lahirnya Pancasila (1 Juli) di depan Istana Negara, Jakarta.

"Jika itu benar, Komnas HAM menyampaikan prihatin atas kekerasan terhadap mahasiswa oleh oknum polisi itu," kata Komisioner Komnas HAM, Maneger Nasution, Selasa (2/6).


Menurutnya, tindakan oknum polisi itu diduga melanggar UU 39/1999 tentang HAM. Di mana dalam menjalankan tugas kesejarahannya menyampaikan pendapat sebagai menyambung lidah rakyatnya, mahasiswa dilindungi UU.

"Sudah bukan pada zamannya lagi mahasiswa dihalang-halangi apalagi diperlakukan dengan kekerasan, apalagi menembak, ketika mereka menyuarakan dan memperjuangkan hal yang menyangkut kepentingan publik, termasuk aksi demo yang biasanya menyuarakan kepentingan publik. Memperlakukan mahasiswa secara kasar, sama artinya melawan takdir sejarah reformasi," beber Manager.

Untuk itu, lanjut dia, Polri sudah saatnya menyempurnakan reformasi internalnya, antara lain dengan merubah paradigma; dari memukul menjadi merangkul, dari amarah menjadi ramah, dari gerakan otot menjadi gerakan otak, dari loyalis personal menjadi profesional, dan dari bengis menjadi humanis.

"Itulah sosok polisi yang diidamkan reformasi," ungkap Manager.

Ia menambahakan, sekiranya benar ada kekerasan apalagi penembakan terhadap aksi demo mahasiwa oleh oknum polisi sore-malam Senin (1/6), Komnas HAM mendesak agar Polri harus menuntaskan kasus tersebut secara profesional dan mandiri.

"Siapa pun pelakunya harus dimintai pertanggungjawaban. Polri harus meminta maaf kepada publik. Dan menanggung semua biaya yang ditimbulkan akibat kebrutalan oknum polisi itu," demikian Mager. [rus]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

UPDATE

Tumbuhkan Mimpi Puluhan Anak Nelayan Cilincing Lewat Nobar Film

Senin, 14 September 2026 | 03:18

Sejumlah Alutsista TNI Gercep Sisir Korban KM Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 02:55

Kesehatan di Tepi Republik

Senin, 14 September 2026 | 02:29

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Bukti Kepercayaan Dunia Usaha Terus Menguat

Senin, 14 September 2026 | 01:54

Terpilih jadi Ketum HPK Kosgoro 1957, Eric Hermawan Langsung Tancap Gas Konsolidasi

Senin, 14 September 2026 | 01:24

Abu Vulkanik Berbahaya bagi Air dan Ikan, Begini Penjelasannya

Senin, 14 September 2026 | 00:55

KDM Dinilai Lebih Utamakan Pencitraan Ketimbang Solusi Defisit APBD Jabar

Senin, 14 September 2026 | 00:33

Menuju HUT ke-81, Panglima TNI Buka Rangkaian 72 Lomba Open Turnamen

Senin, 14 September 2026 | 00:11

SOKSI Siap Tempuh Jalur Hukum Gugat 'Bocor Alus Tempo'

Minggu, 13 September 2026 | 23:48

Asta Cita, Zakat, dan Jalan Baru Mengentaskan Kemiskinan

Minggu, 13 September 2026 | 23:24

Selengkapnya