Berita

Yuki Kato/net

Blitz

Yuki Kato, Jadi Cabe-cabean Tiap Malam Dikerokin

SENIN, 01 JUNI 2015 | 09:12 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Bermain film demi hal yang tabu menjadi tantangan tersendiri. Ada keinginan menampilkan kenyataan di dalam film. Semakin dekat ke­nyataan, maka semakin menarik sebuah film. Hal itu diungkapkan Yuki Kato di balik alasannya main film berjudul, Cabe-cabean.

"Kan kita ada fitting, terus aku dikasih celana pendek. Tapi aku bilang, nggak ada yang lebih pendek nih?" ujar Yuki.

Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) ini rela tampil minim. Demi menampilkan kenyataan dunia esek-esek dengan pelaku dari kalangan ABG alias cabe-cabean. Meski begitu, Yuki sempat risih saat memakai celana pendek tersebut. Apalagi saat dirinya sedang mengambil gambar untuk ke­butuhan film. "Kan pas di lokasi syuting banyak kru dan artis yang cowok. Aku sih sempat risih. Makanya kau pakai sarung atau jaket kalau nggak take," seloroh dara 20 tahun asal Malang ini.


Secara khusus, Yuki main film Cabe-cabean kar­ena sang adik. "Fenomenanya itu kan mereka yang ikut itu umurnya belasan tahun. Nah, adik aku tuh masih seumuran dengan mereka," jelasnya.

Berperan sebagai cabe-cabean saja sudah bikin Yuki susah apalagi cabe-cabean beneran. Misalnya saja setiap usai syuting, ia kerap masuk angin dan harus dipijit atau dikerok menggunakan bawang merah.

"Iya masuk angin, bayangin bro syuting sampai jam lima pagi. Gimana nggak langsung dipijit sama dikerok," terang putri Take­shi Kato, seorang Project Manager sebuah perusahaan besar di Jepang ini.

Pasalnya syuting yang dilakukan hingga pagi tersebut, Yuki hanya mengenakan tanktop dan celana pendek.

"Iya pakai celana pendek dan tanktop, padahal biar nggak masuk angin sudah pinjem jaket sama sarung sebelum scene aku. Ditambah aku kan ng­gak pede karena paha aku kayak paha sapi," tutur Yuki tertawa.

Dalam film terbarunya ini, ia juga nampak total. Dia sampai mengikuti trek-trekan meng­endarai motor. ***

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

Harga Daging Sapi Tembus Rp153 Ribu/Kg, Zulhas Buka Opsi Subsidi APBN-APBD

Selasa, 25 Agustus 2026 | 14:18

LPSK Beri Perlindungan kepada Ferry Hongkiriwang, Saksi Kasus Febrie Adriansyah

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:54

Urusan Gula Konsumsi Aman, Kementan Kini Bidik Target Gula Industri di 2028

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:45

Ahmed al-Sharaa Sambut Keputusan AS Hapus Suriah dari Daftar Sponsor Teror

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Geng Haiti Bantai 40 Pengungsi yang Berlindung di Gereja

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:42

Wajah Baru Jakarta, Wagub Rano Resmikan Jaksinema Pasar Rumput

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:29

BMKG Maksimalkan OMC di Kaltim Sepekan Ini untuk Tangani Karhutla

Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:19

Dugaan Setoran Importasi Blueray, KPK Cecar Dua PNS Bea Cukai

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:50

Kasus OTT Unsoed Bisa Saja Terjadi di Kampus Lain

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Perketat Imigrasi, Trump Bersiap Cabut 200 Ribu Visa WNA

Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:46

Selengkapnya