Berita

Politik

Bom Waktu Pasca Islah Terbatas Golkar

MINGGU, 31 MEI 2015 | 18:50 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Islah terbatas yang sudah disepakati dua kubu di Partai Golkar ternyata masih menyisakan persoalan.

P
ersoalan tersebut terkait siapa yang berhak menandatangani pendaftaran calon kepala daerah dari Partai Golkar ke Komisi Pemilihan Umum.

"
Siapakah yang berhak membubuhkan tanda tangan? Sebab bunyi pasal empat dari kesepekatan islah hanya mengatakan usulan calon dari Partai Golkar ditandatangani oleh DPP Partai Golkar yang diakui oleh KPU," ujar politisi Golkar Bambang Soesatyo dalam pesan elektronik yang dipancarluaskannya, Minggu (31/5).


Selain itu, kata Bamsoet, demikian anggota Komisi III DPR ini disapa, keributan akan terjadi saat menentukan siapa mitra koalisi calon kepala daerah yang diusung Partai Golkar. 

K
ubu Ancol pasti akan berkeras calon yang diusung agar berkoalisi dengan partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat, sementara kubu Bali akan bertahan sang calon berkoalisi dengan Koalisi Merah Putih.

"Ini jelas seperti bom waktu yang siap meledak pada saatnya nanti," demikian Bamsoet.[dem]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya