Berita

ilustrasi rohingya/net

Dunia

Myanmar Tepis Komentar Miring Para Peraih Nobel Soal Rohingya

MINGGU, 31 MEI 2015 | 18:35 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Myanmar menepis semua komentar miring yang dilontarkan oleh sejumlah pemenang Nobel beberapa waktu terakhir terkait dengan maraknya warga Rohingya yang angkat kaki dari negara tersebut dan membanjiri wilayah tetangga.

Sejumlah pemenang Nobel seperti Desmond Tutu dari Afrika Selatan, aktivis hak asasi manusia Iran Shirin Ebadi dan mantan Presiden Timor Leste Jose Ramos-Horta membuat penyataan bersama di Norwegia pekan lalu. Mereka sepakat menyebut bahwa keadaan Rohingya di Myanmar saat ini tak ubahnya sebuah genosida.

Menanggapi hal tersebut, seperti dilansir Associated Press (Minggu, 31/5), Kementerian Luar Negeri Myanmar dalam sebuah pernyataan menyebut bahwa komentar tersebut tidak imbang. Komentar miring semacam itu seolah mengesampingkan upaya Myanmar untuk membangun kembali kepercayaan antara umat Buddha dan Muslim di dalam negeri.


Komentar semacam itu pula, kata pernyataan yang sama, seolah mengesampingkan fakta bahwa Myanmar saat ini tengah berupaya untuk memberika status warga negara melalui proses verifikasi nasional bagi orang Bengali yang tinggal di Myanmar selama bertahun-tahun.

Perlu diketahui, Myanmar tidak mengakui Rohingya sebagai komunitas etnis. Rohingnya sendiri mengacu pada jutaan penduduk yang tinggal di negara bagian Rakhine sebagai Bengali atau imigran dari negara tetangga Bangladesh. Mereka tidak memiliki kewarganegaraan dan hak-hak dasar.

Dalam beberapa pekan terakhir, nasib Rohingya telah berubah menjadi krisis regional ketika ribuan dari mereka mendarat di pantai Indonesia, Malaysia dan Thailand untuk mencari kehidupan yang lebih baik. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya