Berita

Politik

Seleksi Dirjen Bea Cukai Harus Transparan

JUMAT, 29 MEI 2015 | 22:39 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Enny Sri Hartati, mendorong panitia seleksi (pansel) terbuka dalam menyeleksi calon Direktur Jenderal Bea Cukai.

Ia menjelaskan, masih banyak persoalan-persoalan pajak, bea dan cukai yang merupakan lahan basah dan memberikan dampak signifikan tidak tersorot oleh publik, apalagi dalam kaitan pengangkatan calon Dirjen Bea Cukai yang masuk kategori sektor strategis.

"Kalau pemerintah komitmen melakukan perbaikan birokrasi atau sistem pemerintahan, tentu harus dimulai dari pembentukan Pansel calon Direktur Jenderal Bea Cukai," kata Enny di Jakarta, Jumat (29/5).


Menurut dia, lelang jabatan masih menuai pro kontra dan itu mestinya diatasi dengan transparansi termasuk pembentukan pansel. Kemudian, kandidat yang dipilih juga harus terbuka apa kriterianya termasuk dari TNI/Polri.

"Itu harus transparan agar sesuai dengan program yang dihadapi bea cukai nanti, saat ini informasi belum banyak ke publik (belum transparan)," ujarnya.

Ia menambahkan, pansel belum terlihat transparansi dalam bekerja karena sampai saat ini belum juga diketahui siapa saja yang masuk sebagai panitia seleksi.

"Jadi harus ada kredibilitas dari Pansel dulu, harus bangun keputusan yang strategis dengan transparansi, kredibilitas yang teruji. Sebab, Pansel itu mewakili negara dalam memilih calon Dirjen Bea Cukai," jelas dia.

Anggota Komisi XI, Misbakhun mengatakan seleksi calon Dirjen Bea Cukai itu merupakan proses lelang terbuka sesuai aturan Aparat Sipil Negara (ASN) untuk mencari calon siapa yang terbaik dan cakap untuk menduduki jabatan.

"Koridornya adalah aturan. Selebih proses seleksi yang obyektif yang akan menentukan. Jadi, ikuti sesuai aturan di ASN saja," katanya.

Diketahui, Mayjen TNI Meris Wiryadi masuk dalam nama peserta lelang jabatan dirjen bea cukai seperti yang diumumkan Mardiasmo, Wakil Menteri Keuangan selaku ketua pansel. Satu nama lain yang tugasnya berkaitan dengan Polri muncul dalam daftar ini yaitu Syafri Adnan Baharuddin. Syafri merupakan Analis Kebijakan Utama Bidang Keamanan, Staf Ahli Kapolri.

Sedangkan, sembilan nama lain masing-masing itu Bahaduri Wijayanta Bekti Mukarta sebelumnya menjabat Direktur Informasi Kepabeanan dan Cukai DJBC, Hendra Prasmono (Kepala kanwil DJBC Maluku, Papua dan Papua Barat), Heru Pambudi (Direktur Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai DJBC), Iyan Rubiyanto (Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara).Selain itu, Kushari Suprianto (Sekretaris DJBC).

Kemudian, Marisi Zainuddin Sihotang (Kepala Kantor DJBC Jawa Barat), Muhammad Sigit (Direktur Audit DJBC),  Rahmat Subagio (Kepala Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur I) dan Susiwijono Mugiharso (Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Organisasi, Birokrasi, dan Teknologi Informasi).[dem]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

UPDATE

Kejagung Pede Hadapi Febrie di Sidang Praperadilan

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:27

Gebrakan PAM Jaya Tekan Kebocoran Air Diapresiasi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:19

FEB UNJ Dukung Pariwisata Berkelanjutan di Bali Lewat Pengabdian Masyarakat

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:01

Danantara Investasi Rp44 Triliun di JBS Group

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:01

Anggota PWI Jakbar Laporkan Oknum Polisi ke Propam Polda Metro, Ini Sebabnya

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:47

Bawaslu Campus Connect Jadi Solusi Tantangan Digital di Pemilu

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:28

Publik Curiga UGM Melindungi Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:17

Febrie Adriansyah Siap Buka-bukaan di Sidang Praperadilan

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:02

Gedung Bapenda DKI Kebakaran

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 00:32

Pemerintah Diultimatum 15 Hari Terbitkan PP Cukai MBDK

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 00:13

Selengkapnya