Berita

Politik

Polisi, Periksa Penyelenggara Lomba Busana Mirip Istri Teroris!

JUMAT, 29 MEI 2015 | 19:41 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Wakil Komite III DPD RI, Fahira Idris meminta kepolisian memeriksa penyelenggara lomba 'Lomba Berbusana Mirip Istri Teroris'.  

Poster 'Lomba Berbusana Mirip Istri Teroris' beredar luas di media sosial, disebut-sebut akan dilangsungkan bersamaan dengan launcing novel  Akulah Istri Teroris karya Abidah El Khalieqy yang direncanakan akan dilangsungkan Minggu, 31 Mei 2015 di Gramedia Depok.

"Jika dibiarkan, ke depan hal-hal seperti ini akan terus terulang dan dikhawatirkan menimbulkan keresahan dan memancing emosi publik," kata Fahira dalam keterangannya, Jumat (29/5).


Dari informasi yang diperoleh Fahira, pihak Gramedia Depok sudah membantah adanya lomba tersebut. Namun, info terakhir, salah Solusi Publishing sebagai salah satu penyelenggara menyatakan lomba tersebut benar adanya.

"Makanya polisi harus periksa penyelenggara lomba ini. Poster lomba itu menyebutkan bahwa acara diselenggarakan oleh Gramedia Depok, Solusi Publishing dan Multivent Organizer. Ketiganya harus dikonfrontir agar terungkap kebenarannya," ujar Fahira.

Menurut Fahira, dari informasi yang didapatnya langsung dari salah seorang pembicara bahwa  acara launching dan diskusi novel di Gramedia Depok pada 31 Mei 2015 memang benar ada. Namun jika diskusi novel diselipkan acara lomba berbusana mirip istri teroris, pembicara sama sekali tidak mengetahuinya.

Jika dibaca sinopsinya, tambah Fahira, isi novel ini sangat baik dan harus didukung karena mengajak masyarakat Indonesia untuk menghapus stigma bahwa Islam itu identik dengan teroris, atau mereka yang bercadar itu adalah istri para teroris.

"Artinya novel ini berisi kebaikan. Tetapi kenapa saat launching dan diskusi novel ini bisa terselip kegiatan yang sangat kontraproduktif dengan pesan novel ini?" imbuh Fahira.

"Saya berharap lomba ini benar-benar tidak ada atau hoax, tetapi kalau memang benar adanya, penyelenggara harus bertanggung jawab karena isi poster membuat publik resah dan punya potensi mengadu domba umat. Makanya harus diusut," pinya Pengurus MUI Bidang Pendidikan dan Pengkaderan ini.[dem]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

UPDATE

Kejagung Pede Hadapi Febrie di Sidang Praperadilan

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:27

Gebrakan PAM Jaya Tekan Kebocoran Air Diapresiasi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:19

FEB UNJ Dukung Pariwisata Berkelanjutan di Bali Lewat Pengabdian Masyarakat

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:01

Danantara Investasi Rp44 Triliun di JBS Group

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 02:01

Anggota PWI Jakbar Laporkan Oknum Polisi ke Propam Polda Metro, Ini Sebabnya

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:47

Bawaslu Campus Connect Jadi Solusi Tantangan Digital di Pemilu

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:28

Publik Curiga UGM Melindungi Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:17

Febrie Adriansyah Siap Buka-bukaan di Sidang Praperadilan

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 01:02

Gedung Bapenda DKI Kebakaran

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 00:32

Pemerintah Diultimatum 15 Hari Terbitkan PP Cukai MBDK

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 00:13

Selengkapnya