Berita

Ini Fakta Terbaru Indonesia Dikuasai Aseng

JUMAT, 29 MEI 2015 | 16:38 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Rencana pertukaran 10 juta warga Indonesia-Tiongkok menjadi tanda semakin kuatnya dominasi tirai bambu terhadap pemerintahan Jokowi-JK. Pasalnya, dari berbagai mega proyek pemerintah sebagian besar sudah diserahkan kepada China.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman dalam keterangannya kepada redaksi, Jumat (29/5).

Dominasi Tiongkok terhadap Indonesia, katanya, sudah terlihat dengan kerjasama dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia, yang meliputi pembangunan 24 pelabuhan, 15 pelabuhan udara (airport), pembangunan jalan sepanjang 1.000 kilometer, pembangunan jalan kereta sepanjang 8.700 km, dan pembangunan pembangkit listrik (powerplan) berkapasitas 35 ribu megawatt.


"Jokowi harus menjelaskan maksud dan tujuan dari pertukaran warga tersebut sehingga tidak menimbulkan spekulasi. Pertukaran warga 10 juta warga berarti hampir sama menukarkan penduduk DKI Jakarta," kata Jajat.

Jajat mengingatkan dampak dari berbagai aspek harus menjadi pertimbanagn utama Jokowi, mengingat saat ini semua lini sudah dikuasai oleh Tiongkok. Jika disertai dengan penambahan jumlah warga Tiongkok, kedepan bukan tidak mungkin akan terjadi pengelompokan-pengelompokan.

"Jika ini terjadi yang harus diwaspadai adalah gesekan antar kelompok tersebut sehinga bisa memicu hal-hal yang tidak diinginkan," demikian Jajat.

Dari informasi yang dihimpun redaksi, Tiongkok dan Indonesia akan melakukan pertukaran sebanyak 10 juta warga di berbagai bidang pada tahun 2020 nanti, demi untuk mempererat hubungan bilateral.

Wakil Perdana Menteri RRT Liu Yandong mengatakan hal tersebut termasuk dalam mekanisme kerja sama yang hendak dibentuk oleh kedua pemimpin negara.

Pertukaran warga, kata Liu, akan tersebar di sejumlah sektor yakni pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, budaya, media, pemuda, pariwisata, think tank, dan agama. Menurutnya, hal itu adalah upaya untuk mendorong warga kedua negara untuk saling mengenal.

Kerja sama bilateral Tiongkok-Indonesia ini dipandang Liu penting mengingat jumlah penduduk kedua negara yang begitu besar. Jika digabungkan, total penduduk China-Indonesia mencapai 1,6 miliar jiwa yang mewakili seperempat total penduduk dunia.[dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya