Berita

foto: KBRI Moscow

Dunia

Belarus Mau Perkuat Kerjasama Dagang dengan Indonesia

JUMAT, 29 MEI 2015 | 16:01 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Belarus siap meningkatkan kerjasama dengan Indonesia dalam sejumlah sektor baik secara bilateral maupun multilateral. Sejauh ini, kedua negara telah menjalin hubungan yang kokoh di bidang politik, ekonomi, serta IPTEK.

"Anda memiliki mitra yang dapat diandalkan di pusar Eropa. Kedalaman dan keluasan hubungan kita sangat tergantung pada keinginan kuat pemimpin anda," kata Presiden Belarus Alexander Lukashenko dalam pertemuan dengan ketua DPD RI Isman Gusman di Minsk Belarus beberapa waktu lalu.

Lukashenko pun menekankan pentingnya kerjasama regional dengan Indonesia. Ia menilai, kemajuan kerjasama antar kawasan dapat memajukan kerjasama bilateral dengan Indonesia.


Selain itu Lukashenko juga menyinggung soal rencana Sidang Komisi Bersama bidang Perdagangan, Ekonomi dan Kerjasama Teknik Indonesia.

"Belarus pada musim panas tahun 2015 di Belarus. Lukashenko yakin bahwa komitmen dan kesepakatan yang ditetapkan, termasuk hasil kunjungan Ketua DPD ini, akan ditindaklanjuti pada sidang komisi bersama tersebut.

Menanggapi hal tersebut. Irman menyebut bahwa kedua negara memang perlu meningkatkan nilai perdagangan, terutama sejak Indonesia tengah melakukan modernisasi besar-besaran di bidang pertanian dan Belarus dapat berpartisipasi di dalamnya.

"Nilai perdagangan yang dewasa ini mencapai 215 juta dolar AS belumlah cukup dan masih dapat ditingkatkan. Mudah-mudahan pada peringatan 25 tahun pembukaan hubungan diplomatik RI.

"Belarus  tahun 2018 nanti nilai perdagangan mencapai 1 miliar dolar AS," kata Irman dalam rilis yang diterima redaksi pada Jumat (29/5).

Irman menegaskan bahwa seluruh pihak terkait, baik dari kalangan diplomat, parlemen, dan pengusaha siap bekerjasama untuk saling sama-sama mencapai tujuan tersebut.

Kunjungan Irman selama dua hari dari tanggal 24 hingga 26 Mei itu dilakukan dalam rangka memenuhi undangan Presiden Belarus Alexander Lukashenko. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya