Berita

Htin Lynn/net

Dunia

Myanmar Ogah Disebut Satu-satunya Penyebab Krisis Migrasi Asia Tenggara

JUMAT, 29 MEI 2015 | 15:30 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Myanmar menolak ditunjuk hidung sebagai satu-satunya penyebab krisis migran yang saat ini terjadi di Asia.

"Menunjuk hidung tidak akan mencapai tujuan apapun. Hal itu tidak akan membawa kita kemana-mana," kata utusan Kementerian Luar Negeri Myanmar Htin Lynn dalam pertemuan di Bangkok Thailand hari ini (Jumat, 29/5).

Di hadapan sejumlah delegasi dari 17 negara di kawasan Asia ia menekankan bahwa negaranya siap bekerjasama dalam menangani kasus migran dan perdagangan manusia. Namun ia menekankan bahwa menyalahkan Myanmar sebagai satu-satunya penyebab tidaklah menyelesaikan masalah.


Lynn sendiri mengamini soal keadaan yang saat ini semakin tidak beraturan terkait dengan migrasi di Samudera Hindia.

Myanmar diketahui mendapat sorotan dari negara-negara tetangganya terutama sejak krisis migran semakin mencuat menyusul semakin banyaknya gelombang pengungsi ilegal asal Myanmar yang masuk ke negara-negara tetangga. Mereka yang mengungsi merupakan Muslim Rohingya yang berupaya menyelamatkan diri dari konflik dan diskriminasi yang terjadi di dalam negerinya.

BBC
mengabarkan, dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh perwakilan Amerika Serikat dan PBB itu agaknya tidak menghasilkan kesepakatan yang bersifat mengikat ataupun rencana aksi. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya