Berita

ilustrasi/net

Dunia

Jadi Joki Ujian Masuk Universitas, 15 WN Tiongkok Terancam 20 Tahun Bui

JUMAT, 29 MEI 2015 | 12:03 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sebanyak 15 orang berkewarganegaraan Tiongkok didawaka di Amerika Serikat karena melakukan skema joki ujian masuk universitas.

Menurut keterangan Departemen Kehakiman Amerika Serikat, para pelaku yang berusia antara 19 hingga 26 tahun itu menggunakan paspor palsu untuk mengelabui pihak administrasi sehingga mereka bisa ikut ujian dengan menggunakan nama orang lain.

Para calo tersebut biasanya mengambil tes Scholastic Aptitude Test (SAT) yang merupakan ujian masuk universitas terbesar di Amerika Serikat atau Test of English as a Foreign Language (Toefl) dan Graduate Record Examination (GRE) untuk orang lain yang membayarnya.


Dalam penyelidikan diketahui bahwa kawanan joki tersebut mendapatkan bayaran hingga 6 ribu dolar AS atas jasa ilegalnya itu. Untuk mengikuti ujian, para pelaku menggunakan paspor palsu yang dikirimkan dari Tiongkok.

BBC
pada Jumat (29/5) mengabarkan, skema semacam itu berlangsung antara tahun 2011 dan 2015. Sebagian besar skema joki ujian masuk universitas itu terjadi di Pennsylvania barat.

Para pelaku diketahui tinggal di sejumlah kota yang berbeda di Amerika Serikat, seperti Boston, Pittsburgh, California, Wisconsin, Oregon, Pennsylvania, Virginia dan Massachusetts.

"Siswa-siswa ini tidak hanya menipu cara masuk ke universitas, mereka juga melakukan kecurangan dengan cara mereka mengelabui sistem imigrasi bangsa kita," kata agen khusus di untuk Homeland Security Investigations dari Philadelphia John Kelleghan.

Bila terbukti bersalah, para pelaku terancam hukuman penjara hingga 20 tahun penjara dan denda senilai 250 dolar AS. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya