Berita

Rosatom State Atomic Energy Corporation/net

Dunia

India Tambah Satu PTLN Pakai Teknologi Rusia Tahun Ini

KAMIS, 28 MEI 2015 | 13:50 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

India semakin mengukuhkan dirinya menjadi negara yang mengandalkan nuklir sebagai sumber energi. Tahun ini, India akan menambah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Kudankulam yang memakai teknologi dari Rosatom yang merupakan BUMN nuklir asal Rusia.

"Sudah dipastikan tahun ini. Berdasarkan rencana terakhir, peluncuran akan dilaksanakan pada musim panas," kata Wakil Direktur Umum Pertama Rosatom Alexander Lokshin dalam rilis yang diterima redaksi (Kamis, 28/5).

Terkait waktu peluncuran PLTN Kudankulam kedua akan bergantung pada situasi di India. Sebelumnya, negeri bollywood telah tiga kali menunda tanggal peluncuran PLN.


PLTN Kudankulam sendiri dibangun berdasarkan kerjasama bilateral antara India dan Rusia yang ditandatangani pada tanggal 20 November 1988 dan dilanjutkan dengan perjanjian pelengkap pada tanggal 21 Juni 1998. Tahun 2002, di bawah manajemen Atomstroyexport, pembangunan PLTN dengan reaktor VVER-1000 berapasitas 2000 Mgt dimulai.

Kerjasama antara India dan Rusia menargetkan pembangunan 15 unit PLTN di India, termasuk 4-8 unit reaktor di Kudankulam.

Unit pertama PLTN Kudankulam sendiri telah beroperasi sejak tanggal 2 Oktober 2013 lalu. Pada bulan September 2014, operasional PLTN harus dihentikan karena kendala teknis, namun kembali beroperasi pada Desember 2014.

Tanggal 27 Desember 2014, Rosatom menyerahkan unit pertama PLTN itu kepada Nuclear Power Corporation of India Limited (NPCIL) dengan sistem jaminan operasi tahunan. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya