Berita

SKANDAL SUAP FIFA

Ternyata, Seharusnya Maroko yang Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2010

KAMIS, 28 MEI 2015 | 08:24 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Penentuan Afrika Selatan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2010 juga diwarnai aksi suap. Afrika Selatan menghabiskan uang sebesar 10 juta dolar AS untuk mengalahkan Maroko dalam pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2010.

Ini adalah salah satu temuan penting dalam skandal suap di tubuh badan sepakbola dunia, FIFA.

Demikian dikatakan Jaksa Agung Amerika Serikat Loretta Lynch yang melakukan penyelidikan skandal suap dan korupsi FIFA. Skandal memalukan ini melibatkan petinggi dan mantan petinggi organisasi yang memiliki kekuatan absolut itu.


"Di tahun 2004 penawaran dimulai untuk peluang menjadi tuan rumah Piala Dunia 2010 yang akhirnya diberikan kepada Afrika Selatan, untuk pertama kalinya turnamen ini digelar di Afrika," ujar Lynch.

"Tetapi bahkan untuk kegiatan bersejarah ini eksekutif FIFA merusak proses pemilihan tuan rumah dengan praktik suap," sambungnya.

Pihak di balik suap penentuan tuan rumah Piala Dunia 2010 itu adalah mantan Wakil Presiden FIFA Jack Warner.

Dalam pemungutan suara penentuan tuan rumah, Afrika Selatan akhirnya mengalahkan Maroko dengan skor 14-10.

Padahal ketika itu, Maroko dinilai lebih siap menyelenggarakan Piala Dunia.

Maroko adalah negara Afrika yang pertama kali mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia. Sebelum itu, Maroko juga pernah menawarkan diri menjadi tuan rumah Piala Dunia 1994 yang akhirnya digondol Amerika Serikat. [dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Produk Impor Masuk Indonesia Wajib Sehat dan Halal

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:14

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Jemaah Haji Aceh Bisa Akses Ruang VIP Bandara

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:28

Ashari Menghilang, Belum Ditangkap Polisi

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:16

Ambulans Angkut Jenazah Hantam Truk, Dua Orang Tewas

Selasa, 05 Mei 2026 | 01:00

BPJPH dan Barantin Perkuat Pengawasan Pakan Impor Berunsur Porcine

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:33

Purbaya Siapkan Insentif Mobil dan Motor Listrik

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:24

Rumah di Grogol Petamburan Dilalap Api

Selasa, 05 Mei 2026 | 00:01

Penyelundupan 2,1 Kg Ganja dari Papua Nugini Digagalkan

Senin, 04 Mei 2026 | 23:35

Tiga Jam Operasional KRL Rangkasbitung Lumpuh

Senin, 04 Mei 2026 | 23:20

Selengkapnya