Berita

ilustrasi/net

Dunia

Korban Jiwa Akibat Gelombang Panas di India Tembus 1.000 Jiwa

RABU, 27 MEI 2015 | 12:41 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Gelombang panas yang tengah menyapu India telah merenggut lebih dari 1.000 korban jiwa. Suhu tertinggi yang tercatat hampir menyentuh 50 derajat celsius di sejumlah wilayah.

"Pemerintah negara bagian telah membuat program pendidikan melalui televisi dan media lainnya untuk memberitahu orang-orang untuk tidak keluar rumah tanpa topi, minum, dan pencegahan lainnya," kata komisaris khusus untuk penanggulangan bencana India Tulsi Rani.

"Kami juga telah meminta LSM dan pemerintah setempat untuk membuka kamp air sehingga air bisa tersedia untuk semua orang,"sambungnya seperti dimuat BBC.


Perlu diketahui, gelombang panas merupakan kondisi di mana periode suhu abnormal tinggi dan biasa terjadi antara bulan Maret dan Juni di India. Menurut badan meteorologi setempat, terjadinya gelombang panas tahun ini terjadi karena kurangnya hujan.

Gelombang panas yang hebat bisa menimbulkan sejumlah gejala di tubuh seperti kram, kelelahan, dan stroke panas.

Pada tahun ini, gelombang panas telah melanda sejak pertengahan April lalu, namun sebagian besar korban jiwa baru berjatuhan sejak beberapa pekan terakhir.

Mayoritas korban tewas gelombang panas berasal dari negara bagian Telangana dan Andhra Pradesh di mana suhu udara tertinggi terjadi.

Namun demikian, suhu udara diperkirakan cenderung menurun di beberapa bagian selama beberapa hari mendatang.

Sejumlah rumah sakit telah siaga untuk mengobati pasien yang terkena stroke panas. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya